Monday, May 14, 2007

Revisi Blog "I've got Cold"

Yeah sodara-sodara sekalian pembaca setia,
berhubung ada salah seorang pembaca setia yang salah menerima informasi yang tercantum di blog ku yang berjudul "I've got Cold" jadi, ini serentetan informasi penjelasan lebih lengkapnya:

Pas aku pulang semarang tuh, menghadiri acara lamarane adekku. Bukan kokoku. Ada yang bilang itu lamarane kokoku, sampe wes heboh gitu. Untung ndak sampe nyelameti kokoku. Isa pingsan dee nek tau2 dapet ucapan selamet -padahal ndak lamaran! Huahahaha.

My little brother that I've earned from my lovely sister, Monex. Hahaha. Ruet lah. Cerita jaman dulu kala. Gara2 aku diangkat anak mbek mamae Monex (eh kok kuat ya ngangkat2 aku hihihi) bulan Juni 2004 (nek ndak salah bulan lho yaaa... rodo lali wes an). Walhasil sejak saat itu dapet two sisters and one brother. Gituuu. Dan yang lamaran kemaren itu dedek angkat ku.
Gitu sodara sekalian. Dah jelas ya? Jangan nyelameti kokoku lo yaa... sabar sik. Nti pasti ta kasi tau nek ada berita heboh yang dinanti itu huehehehe ^^

Friday, May 11, 2007

Oleh-oleh sewaktu pulang

Ini cerita pas perjalanan pulang ke Semarang beberapa waktu yang lalu. Tepatnya enam hari kurang nya dari hari ini.
Pas itu naek kereta api Rajawali jurusan Semarang Tawang dari Surabaya Pasar Turi jam 14.15 rencana waktu keberangkatan. On time! Huehehee. Dan nyampenya juga ndak molor2 banget, jam 19.20 uda masuk stasiun semarang tawang. Puji Tuhan. Padahal uda ngeri2. Itu di kereta sepanjang perjalanan panase minta ampuuunnn. Gile. Sampe kemringet kabeh. Ndak tau napa tu AC rasae kok ndak nyala. Sepanjang perjalanan sebagian besar aku bobok. Ngantuk banget. Efek obat flu kayake. Nah, tiap kali bangun kok ya isa keinget memori2 jaman dulu kala naek kereta bareng temen2. Hihihi.

Sing keinget jelas tu ya pas sore2 (dah gelap gitu)... naek kereta aku bobok dengan nyenyak nya tiba-tiba terbangun sampe terkaget-kaget! Gara-gara apa coba...??? Ayo yang kroso ngaku! Hahahaha. Pas ngebuka mata yang aku liat sesosok temanku yang duduk di pangkuanku, hahahaha. Gara-gara dia ngeliat tikus lewat di deket jendelanya. Walhasil aku tuker tempat duduk ama dia. Padahal tu udah deket Semarang pas itu. Pas itu naek Sembrani nek ndak salah. Nyampe Semarang jam 10 malem (rodo lali hehehe).

Memori berikut pas perjalanan ke solo. Naek kereta pula. Namae apa lali. Yang jelas dapete tiket di kelas ekonomi. Jadie non AC. Adae jendela gede banget. Jadi angine lebih banter dibanding kelas eksekutif. Hihihi. Pas itu perjalanan berdua ke solo -liburan. Gara2 naek kelas ekonomi kan keamanan juga ngga serapet di kelas eksekutif so kita bertekad buat ngga tidur sepanjang perjalanan. Ato paling banter ya tidur gantian. Jadi bergiliran jaga. Huahahaha. Selama beberapa jam pertama masi bertahan. Akire sampe (mana ya) banyak yang nawarin jual pecel pecel gitu, temen aku beli sepincuk. Eh, astaga ternyata pedes. Jadi deh aku yang abisin huahahaha. Trus abis makan jadi deh ngantuk merajalela dan tak terelakkan lagi akhirnya kita bobok dengan nyenyaknya huahahaha. Nyampe solo yang jemput uda pada kebingungan kenapa kok kita ngga keliatan2. Hahaha. Ternyata grebong ekonomi di paling belakang. So kita musti jalan jauh, lagipula penumpang yang di gerbong eksekutif uda pada turun duluan jadi di pintu keluar kita berada di antrean paling belakang huehehehe. Melas nian!

Ada lagi pas naek kereta malem. Jam setengah 1 pagi. Perjalanan di dalem kereta nya si ngga masalah, yang jadi kenangan tu pas nungguinnya. Astagaaa. Kita bertiga serasa jadi perantau di stasiun. Bawa tas gede2, nungguin di stasiun tawang mau ke surabaya. Hahahaha. Nunggu kereta dateng sampe ngantuk2. Mata uda merem melek. Untung kereta e gede jadi ngga mungkin ngga keliatan hahahaha. Ohya trus di dalem kereta sempet mati lampu. Pas itu udah bobok sih. Tapi nyadar juga. Wuih sempet ngerasa ngeri n aneh juga. Lampu mati tapi tetep denger ada suara n goyang2. Biasanya kalo mati lampu pas tidur kan semuanya jadi hening. Sunyi senyap. Untung ngga lama banget mati lampunya. Ngga seberapa lama udah nyala lagi, yang penting AC nya doong... sumpek. Hehehe.

Yah gitulah kira2 memori2 perjalanan naek kereta api.
Kadang mengingat2 sebuah memori akan membangkitkan berbagai macam perasaan.
Ada kangen yang pasti.
Ada seneng.
Ada geli.
Ada gemes pula. Hahaha.
Yang jelas dengan memiliki dan menyimpan memori akan menjadikan hidup ini makin berarti.
Dengan menyimpan memori maka itu berarti aku uda ngejalani hidup sampe sekarang ini.
Huahahaha ngga nyambung.

Wes ah. Laper. Mau sepedaan ae. Dah sue ngga sepedaan ke greja. Pengen doa di sana ^^
Mumpung badan udah better. Abis sakit lumayan sue nih.

Wednesday, May 09, 2007

"Apa yang sedang terjadi akhir-akhir ini?"

Benakku bertanya-tanya. Aku sudah menyampaikan hal-hal yang harus aku sampaikan. Aku bersama teman-teman yang lain sudah banyak belajar mengenai banyak hal. Namun, ternyata ada juga hal-hal yang baru yang musti dipelajari.

Masih ada lagi dan lagi...

Dulu sekali -sebelum aku dilahirkan- ada seseorang yang menubuatkan bahwa aku akan menjadi seorang pembuka jalan. Mendahului kedatangan penyelamat. Saat nubuatan ini disampaikan kepadaku, aku merasa ragu-ragu. Terlebih lagi saat aku mengetahui bahwa penyelamat ini akan menghadapi gelombang penolakan yang sangat besar.

Nah lho!

Kalau penyelamatnya sendiri bakalan ditolak, gimana dengan pembawa beritanya? -yang berarti adalah aku?!

Apakah aku nantinya akan ditolak?
Penolakan macam apakah yang nantinya akan aku hadapi?
Sanggupkah aku menjalaninya?

Misi yang sudah diberikan kepadaku harus dijalankan.
Apapun resikonya cepat atau lambat pasti akan terjadi.

Setelah bertahun-tahun menyampaikan kabar bahwa Sang Penyelamat akan datang. Segera bertobatlah! Kabar yang itu-itu saja yang aku sampaikan dalam setiap perbincangan, dalam setiap percakapan, dalam setiap kata ku bahkan dalam helaan nafasku!

Banyak orang yang akhirnya menjadi pengikutku. Mereka memanggilku dengan sebutan, "Rabi" Pada suatu hari mereka terlibat dalam percakapan yang cukup seru dengan seorang Yahudi -kalau tidak mau disebut perselisihan (ayat 25). Akhirnya mereka datang kepadaku dan berkata, "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepadaNya."

Yah, ekstrim memang kata-kata mereka, sebenarnya tidak semua orang pergi kepada Yesus. Coba lihat lagi di ayat 23 dan bandingkan dengan ayat 26 (perhatikan yang tercetak miring). Jelas ya? Kalau semua orang pergi kepada Nya, maka tidak akan ada orang yang aku baptis, kan?

Aku bisa memahami kebingungan mereka.
Aku pun -kalau mau jujur- juga bingung.

Keragu-raguan ada.
Kebimbangan terselip.
Tanda tanya muncul.

Benarkah Yesus adalah Sang Penyelamat itu?
Sudahkah semua tanda-tanda terpenuhi di dalam diriNya?
Usaikah sudah tugasku?
Tuntaskah penyampaian berita harus kuemban?

Jadi seperti ini kah akhirnya?
Saat tugas berat yang kupikul selesai. Seperti ini kah akhirnya?
Aku menjadi tidak dihargai. Seakan-akan aku dibuang.
Disisihkan begitu saja. Semua orang pergi kepadaNya dan tidak mengingat akan aku sama sekali?!
Yah, ada sih beberapa orang yang tetap datang kepadaku. Tapi itu tidak sebanding dengan semua yang sudah kulakukan selama ini. Dari awal aku membangun dan merintis pembukaan jalan ini. Dengan susah payah. Dengan segala ketakutan dan keraguan yang akhirnya berhasil aku tanggulangi. Akhirnya begini?

Begini saja?
Sudah selesai?

Hmmm... .... tapi tunggu dulu!
Pemikiran tersebut benar-benar egois. Coba dihitung berapa banyak kata "aku" di dalamnya. Semua kalimat bersubyek "aku"

Ck... ck... ck...

Benarkah seperti ini?
Salah!!

Apa yang selama ini aku lakukan seperti yang dilakukan sahabat mempelai pria.
Setiap ada perjamuan kawin yang diadakan 2 hari 2 malam lebih, maka seorang sahabat mempelai pria yang diminta untuk menemani dan menjaga mempelai perempuan (jadi bodyguard gitu, istilah jaman modern hehehe). Tentunya sahabat memperlai pria ini tidak ikut dalam perjamuan kawin yang gegap gempita, tetapi benar-benar mengawal mempelai perempuan dengan baik dan benar. Dan tidak pula menjadi "pagar makan tanaman" dong! Masa, mempelai perempuan sahabatmu sendiri mau kamu "makan"?!! Sahabat macam apa pula kau???!!!! Nah, masa penantian hingg terselesaikannya perjamuan kawin itu bukan masa yang dilewati dengan mudah. Ada saja hal-hal yang harus diwaspadai. Tamu-tamu mabuk yang kurang ajar, pencuri-pencuri yang mengincar harta kekayaan sahabatku... wah, benar-benar harus extra waspada!

Jadi apabila saat perjamuan tersebut usai dan aku mendengar suara sahabatku menyapaku, wuah! Betapa lega dan sukacitanya aku! Betapa tidak, aku sudah berhasil menyelesaikan tugasku dengan baik. Sahabatku mendapati mempelai perempuannya dalam keadaan utuh tak kurang suatu apa. Dan tentunya dia berbahagia. Sebagaimana kebahagiannya melengkapi kelegaan dan sukacita ku!

Ia harus makin besar tetapi aku makin kecil.

Meski tak kupahami sepenuhnya apa yang sedang terjadi akhir-akhir ini.
Meski tak kumengerti dengan jelas rencana surgawi.

Namun satu hal yang pasti,
aku harus tetap setia pada rancangan dan jalan yang sudah ditentukan untuk ku tapaki.
Meski tak semudah kata meluncur dari bibir.
Meski tak seringan pena digoreskan pada selembar kertas.
Meski tak segampang "A, B, C...."
Kiranya sesudah semua hal-hal sulit berhasil kulewati...

Ia harus makin besar tetapi aku makin kecil.

Karena segala ketaatan,
kerendahan hati,
kesetiaan,
keberanian,
ketulusan,
kepandaian,
kepekaan mendengarkan suara Allah

adalah anugerah!
adalah pemberian!

Karunia surgawi!

Sudah sewajarnya bila...

Ia harus makin besar tetapi aku makin kecil.

Kiranya kita semua boleh percaya kepada Anak sehingga beroleh hidup kekal.
Sementara yang tidak taat kepada Anak tidak akan melihat hidup, bahkan murka Allah berada di atasnya.

--------------------------------------------------------------- Ainon, Yohanes Pembaptis

tulisan di atas merupakan hasil imajinasi Rika, berdasarkan tafsiran Yohanes 3:22-36, semoga makin memacu kita untuk menggali lebih dalam kekayaan Firman Allah ^^


John the Baptist's Testimony About Jesus
John 3:22-36 NIV

22 After this, Jesus and his disciples went out into the Judean countryside, where he spent some time with them, and baptized.

23 Now John also was baptizing at Aenon near Salim, because there was plenty of water, and people were constantly coming to be baptized.

24 (This was before John was put in prison.)

25 An argument developed between some of John's disciples and a certain Jew[a] over the matter of ceremonial washing.

26 They came to John and said to him, "Rabbi, that man who was with you on the other side of the Jordan—the one you testified about—well, he is baptizing, and everyone is going to him."

27 To this John replied, "A man can receive only what is given him from heaven.

28 You yourselves can testify that I said, 'I am not the Christ[b] but am sent ahead of him.'

29 The bride belongs to the bridegroom. The friend who attends the bridegroom waits and listens for him, and is full of joy when he hears the bridegroom's voice. That joy is mine, and it is now complete.

30 He must become greater; I must become less.

31 "The one who comes from above is above all; the one who is from the earth belongs to the earth, and speaks as one from the earth. The one who comes from heaven is above all.

32 He testifies to what he has seen and heard, but no one accepts his testimony.

33 The man who has accepted it has certified that God is truthful.

34 For the one whom God has sent speaks the words of God, for God[c]

35 The Father loves the Son and has placed everything in his hands.

36 Whoever believes in the Son has eternal life, but whoever rejects the Son will not see life, for God's wrath remains on him."[d] gives the Spirit without limit.

Footnotes:
[a] John 3:25 Some manuscripts and certain Jews
[b] John 3:28 Or Messiah
[c] John 3:34 Greek he
[d] John 3:36 Some interpreters end the quotation after verse 30.



Catatan tambahan:
Belajar dari Yohanes Pembaptis ini bener-bener merupakan sebuah teguran buat aku. Akhir-akhir ini aku banyak bertindak sak karepku dewe. Banyak jam-jam doa yang kulewatkan begitu saja. Dan akhirnya beberapa waktu yang lalu di dalam tiap jam doa aku makin mendapat tekanan. Bener-bener tekanan dalam arti sesungguhnya. Seolah-olah tiap kali aku mau berdoa ada dua tangan yang menekan pundak sedemikian dalam. Membuat ingin segera mengakhiri doa dan tidur. Namun saat hal itu kulakukan, mengakhiri doa dan tidur, ternyata mata ini tak kunjung pula terpejam. Kejadian ini berulang-ulang terus hingga sampai kira-kira 14 hari berlangsung. Akhirnya baru pada hari yang ke (kira-kira) tujuh aku menyadari adanya sebuah misi yang harus aku lakukan dalam waktu dekat ini. Dan untuk melaksanakan misi inilah aku harus mempersiapkan diri dan memperbanyak dan menyeriusi waktu doa ku. Bersyafaat. Dan hingga saat inilah terus dijalani. Walau kadang perlu 'dipaksa'. Bukan hal yang gampang memang. Dan bila saatnya nanti misi ini boleh usai, semoga aku makin kecil dan Tuhan yang dipermuliakan! Segala pujian dan hormat dan kemuliaan hanya bagi Tuhan!

I've got cold

First day in Surabaya after I'm spending my weekend in Semarang.
I've got a medium cold. A little sore throat. Hopefully I'll recover completely by the day after today ^^ -which is tomorrow.

On Sunday I was attending my little brother's "lamaran" (inggrise opo coba? haha) proposal?
My brother in a nice suit. He looked more handsome than days he looks before hehehe.
It was held in Papandayan Room II at Horison Hotel at level 4. A small but comfy place to attend not a very large group. I took some pictures and there is only one with me on it hahahahaha (nasib fotografer...)

After that, my stamina down to the level very low. I was trying to sleep on that night and the day after. And it was not getting better. So at the evening my mom took me to see the family doctor. And because of that my plan go to Salatiga was canceled. It was so awful cause I really want to see my grandma in Salatiga. My mom and I want to visit her at Sunday evening -after my mom closing her store. But then, she found me not in a good condition at home. My throat was getting worse. So she decided to take me to see the doctor. At the doctor's waiting room, we spent more than two and a half hour there. Just sitting and talking! The weather was so hot but I felt so so. It might be cause my sore throat. Well, today my throat gets better after I took antibiotics which is cost not cheap. Apparently, health is not a cheap thing -it is very expensive! Huehehehe.

I still need much rest. My head is keep spinning while it is too much to think or when I was hearing a loud noise. All rite then, there is some things to be done today. C ya.

Saturday, May 05, 2007

I'm on my way home

It is today that I'm going to go my hometown at Semarang. At 02.15 p.m. I'll be on a train that will bring me to Semarang. It's still lots of things to do before I'm doing my trip at it'll be more lots of things to do in Semarang so wish me luck ^^ and see you soon.

Have a blessed weekend.

Friday, April 27, 2007

Belajar dari Nyuci Beras

Ide ini muncul pas nyuci beras kemaren pagi.
Waktu coba bersihin beras yang aku cuci, aku brusaha tekan sekeras mungkin sebutir beras.
Ternyata hasilnya ngga ada. Lantas aku teringat pada perkataan Yesus mengenai iman yang sebesar biji sesawi. Jadi penasaran wujud biji sesawi itu kayak apa n seberapa besar. Apakah sebesar butiran beras dalam genggamanku?
Yah, andaikata demikian, maka iman tidak perlu lebih besar dari biji sesawi, tidak perlu lebih besar dari sebutir beras maka sudah mampu memindahkan gunung.

Apa yang terjadi apabila ternyata lebih besar?
Bahaya yang aku sadari saat memencet butiran beras...
Bila iman tersebut lebih besar dari butiran beras bisa jadi makin rapuh.
Tidak sepadat dan sekuat sebutir beras yang kecil.
Bahaya kesombongan pun akan mengintip dan hadir.
Suatu hal yang terlalu besar daripada kebutuhan kita akan menghantar kita kepada kesombongan.
Saat kita berkata kepada diri kita, kita bukan orang yang sombong, itu pula saat di mana kita sudah sombong.

Bila Yesus berkata tentang sebiji sesawi lah iman yang sanggup memindahkan gunung, maka seberapa besar kita ingin memiliki iman?
Seberapa layakkah kita memindahkan gunung, karya ciptaanNya?

Dari sebutir beras aku belajar tentang kesombongan.
Syukur kepada Allah untuk kesempatan aku mencuci beras ^^

Wednesday, April 25, 2007

The Power Of The Dream

Celine Dion

Deep within each heart

There lies a magic spark
That lights the fire of our imagination
And since the dawn of man
The strength of just "I can"
Has brought together people of all nations

There’s nothing ordinary
In the living of each day
There’s a special part
Every one of us will play

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
As the world gives us its best
To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here

Your mind will take you far
The rest is just pure heart
You’ll find your fate is all your own creation
Every boy and girl
As they come into this world
They bring the gift of hope and inspiration

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here

There’s so much strength in all of us
Every woman child and man
It’s the moment that you think you can’t
You’ll discover that you can

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us here

Feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
The world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of the dream that brings us

The power of the dream
The faith in things unseen
The courage to embrace your fear
No matter where you are
To reach for your own star
To realize the power of the dream
To realize the power of the dream

Saturday, April 21, 2007

Jesus Clears the Temple

John 2:12-25 (New International Version)
Copyright © 1973, 1978, 1984 by International Bible Society


Jesus Clears the Temple

12 After this he went down to Capernaum with his mother and brothers and his disciples. There they stayed for a few days.

13 When it was almost time for the Jewish Passover, Jesus went up to Jerusalem.

14 In the temple courts he found men selling cattle, sheep and doves, and others sitting at tables exchanging money.

15 So he made a whip out of cords, and drove all from the temple area, both sheep and cattle; he scattered the coins of the money changers and overturned their tables.

16 To those who sold doves he said, "Get these out of here! How dare you turn my Father's house into a market!"

17 His disciples remembered that it is written: "Zeal for your house will consume me."[a]

18 Then the Jews demanded of him, "What miraculous sign can you show us to prove your authority to do all this?"

19 Jesus answered them, "Destroy this temple, and I will raise it again in three days."

20
The Jews replied, "It has taken forty-six years to build this temple, and you are going to raise it in three days?"

21 But the temple he had spoken of was his body.

22 After he was raised from the dead, his disciples recalled what he had said. Then they believed the Scripture and the words that Jesus had spoken.

23 Now while he was in Jerusalem at the Passover Feast, many people saw the miraculous signs he was doing and believed in his name.[b]

24 But Jesus would not entrust himself to them, for he knew all men.

25 He did not need man's testimony about man, for he knew what was in a man.

Footnotes:
[a] John 2:17 Psalm 69:9
[b] John 2:23 Or and believed in him




Pelajaran hari ini tentang Yesus menyucikan Bait Allah.
Bacaan kali ini lumayan mbuat aku tercengang-cengang deh.
Bukan tentang isinya, tetapi lebih ke judul perikopnya.
Bukan mengenai judul perikopnya sendiri tapi lebih ke pemenggalan cerita nya.
Duh mbulet yah...

Gini gini... ndak tau juga hal ini artinya apa.
Pelajaran minggu lalu dari Yohanes 2:1-11 tentang Perkawinan di Kana (judul perikop oleh LAI, 1998). Pas aku belajar minggu lalu ndak mikir apapun mengenai mau belajar sampe perikop mana. Soalnya abis perikop Perkawinan di Kana itu ada perikop Yesus di Kapernaum dan Yesus menyucikan Bait Allah. Aku cuman ngeliat perikop setelah Perkawinan di Kana kok pendek banget n sekilas baca juga agak-agak ngga nyambung. Akhirnya aku putusin buat dibaca minggu depannya aja (yang berarti itu hari ini).
Nah, ternyata berdasarkan NIV perikop Yesus di Kapernaum dan Yesus menyucikan Bait Allah, jadi satu perikop! Wah, cukup kaget juga ngeliatnya. Kebetulan yang bermakna. Memang sih, ngga ada yang kebetulan dalam hidup ini. Segala sesuatu nya pasti ada maknanya ^^ Yah, cukup tercengang gitu pas tahu hal ini. Yang jelas aku sampe sekarang belum tau artinya apa hehehe.

Oke, hari ini belajar mengenal Yesus lebih dalam lagi.
Bacaan kali bercerita tentang Yesus yang murka!
Sosok Yesus yang tampaknya lemah lembut dan kasih ternyata bisa juga murka!
Aku udah pernah tau cerita ini. Udah pernah ngebayangin juga gimana kejadiannya. Lumayan mbuat ngeri juga kalo misalnya aku berada di sana. Pasti keadaan kacau balau. Semua panik dan kalang kabut.

Setelah Yesus meninggalkan Kana, Yesus, IbuNya dan saudara-saudaraNya serta murid-muridNya pergi ke Kapernaum dan tinggal di sana hanya beberapa hari.
(hal ini dicatat Yohanes -mungkin; ini tafsiranku- untuk menjelaskan bahwa para undangan yang datang di Kana adalah orang-orang ini dan juga menjelaskan bahwa mereka semua ini (bisa jadi) tidak semuanya ikut ke Yerusalem. Benar atau tidaknya aku ngga tau, hehehe. Maybe kalo ada yang tau bisa leaving comments supaya kita semua bisa lebih diperkaya. Thanks ^^

Kemudian Yesus dan murid-muridNya (ini pasti, lihat ayat 17) pergi ke Yerusalem untuk menghadiri perayaan Paskah orang Yahudi. Di sana Yesus menemukan banyak pedagang lembu, kambing domba dan merpati. Ditambah lagi ada orang-orang penukar uang. Wah wah... Bait Allah jadi kayak pasar. Rame, banyak orang jual beli, tawar menawar. Ck.. ck.. ck... Gimana mau beribadah dengan khusyuk kalau suasana penyambutannya kayak gini?

Di sini aku belajar bahwa Yesus juga mementingkan suasana yang teduh dan tenang untuk mengawali saat-saat kita beribadah. Bukannya berisik, heboh, rame tawar menawar gitu.

Yah, sebenernya niat orang-orang yang berdagang itu baik. Awalnya, mereka menyediakan jasa untuk berjualan hewan-hewan kurban bertujuan supaya orang-orang yang datang dari jauh tidak perlu repot-repot membawa binatang kurbannya. Karena jaman itu kan belum ada pesawat or kendaraan roda empat, ke mana-mana jalan kaki atau naek unta atau keledai dan sejenisnya. Nah, bisa dibayangin banyaknya hambatan dan rintangan yang mungkin terjadi di dalam perjalanan. Kalau mereka membawa hewan kurban dari rumah kan bisa-bisa dirampok di jalan, hewan tersebut terluka, tergores, atau berat badannya berkurang -jadi kurus, sakit dan lain sebagainya. Nah, kalau sesampainya di Yerusalem, hewan tersebut sudah tidak layak dipersembahkan? Padahal yang dipersembahkan adalah yang terbaik dan tidak bercacat. Kan rasanya mubazir perjalanan jauh-jauh ternyata hewan tersebut tidak layak dipersembahkan untuk Tuhan. Nah, baik kan tujuan para pedagang ini? Namun lama-kelamaan mereka mulai mengambil keuntungan yang besar untuk jasa mereka. Keuntungan tersebut memang untuk pembangunan Bait Allah itu sendiri (ini juga tafsiranku sih ^^). Namun kemudian mereka juga mengagung-agungkan Bait Allah tersebut (lihat ayat 20). Segitu bangganya mereka pada bangunan tersebut.

Di sinilah Yesus tidak suka.
Di sinilah Yesus marah.
Di sinilah Yesus murka!

Yesus membuat cambuk dari tali dan mengusir lembu dan kambing domba.
Menurut terjemahan NIV aku memahaminya bahwa Yesus mengusir lembu dan kambing domba, bukannya pedagangnya. Jadi Yesus memakai cambuk tersebut untuk mengusir lembu dan kambing domba, bukan pedagang. Sebelum ini aku punya bayangan kalau Yesus mencambuk para pedagang untuk pergi dari Bait Allah. Yah, lumayan sadis gitu pikirku. Masa Yesus ngga menghargai manusia (walaupun di jalan salibNya Yesus disiksa melebihi Yesus mengusir para pedagang ini)? Tapi kemudian ternyata aku menemukan bahwa Yesus memakai cambuk buatanNya untuk mengusir lembu dan kambing domba.

Yesus masih menghargai orang yang sudah berbuat salah. Tidak disamakan dengan barang dagangan mereka.

Koin-koin penukar uang diobrak-abrik, meja penukar uang dibalikkanNya.
Wuih...! Segitu murkanya Yesus.
Bener-bener di luar dugaan kali ya.
Isa bayangin murid-murid Yesus terbengong-bengong ngeliat Guru mereka melakukan ini?

Kemudian Yesus menghardik penjual merpati,
"Bawa pergi semua ini!! Beraninya kamu mengubah Rumah BapaKu menjadi pasar?!"

Wuih... kasar. Dan membingungkan.
Yang mendengar tentu terheran-heran.
Yang melihat tentu tercengang.
Apa yang Yesus perbuat dan katakan cukup mengundang pertanyaan dan perdebatan.

Di benak murid-murid, mereka teringat satu ayat dari Mazmur 69:10
"Cinta untuk rumahMu menghanguskan aku..." -mazmur Daud di saat kesesakan.
Mereka melihat kecintaan Yesus terhadap Bait Allah -Rumah Tuhan membuat Yesus sangat murka. Cinta yang berapi-api dan penuh semangat. Saking cintanya, Yesus melihat Rumah Tuhan diperlakukan sedemikan, hatiNya sakit. Mencintai hingga sakit. Yesus merasakannya.

Orang-orang Yahudi mempertanyakan.
Siapa Yesus? Berani-beraninya Dia bertindak demikian?!
Apa hakNya?

Yesus memberi jawab, "Destroy this temple, and I will raise it again in three days."
Astaga, mustahil!
Bait Allah ini dibangun selama 46 tahun! -bayangkan seberapa megah bangunan Bait Allah ini. Coba ingat-ingat seberapa lama bangunan2 megah yang berdiri di sekitar kita dibangun. Wahai para arsitek, seberapa besar dan megah bangunan yang mungkin terjadi bila dibangun dalam waktu 46 tahun?
Dan Yesus mau mendirikannya lagi dalam waktu 3 hari.

Sebenarnya yang dimaksud Yesus sebagai Bait Allah adalah diriNya sendiri.
DiriNya akan hancur sebagai ganti manusia berdosa. Mati sebagai hukuman dosa. Dan akhirnya pada hari yang ketiga bangkit di dalam kemenangan. Maut dikalahkan!

Inilah yang harus dilakukan sebagai orang berdosa.
Hati yang hancur. Datang kepada Yesus. Segala kesombongan, keangkuhan, harga diri, rasa sok... semuanya, dihancurkan terlebih dahulu untuk kemudian memperoleh pengharapan yang baru di dalam kebangkitan Yesus!

Hal ini pula yang kemudian diingat oleh para murid-murid Yesus (setelah Yesus bangkit). PerkataanNya yang di sinilah yang kemudian teringat oleh mereka. Membuat mereka percaya.
Akhirnya mereka paham. Dan percaya pada Kitab Suci dan perkataan Yesus.
Berarti pada saat murid-murid melihat dan mendengar apa yang Yesus katakan saat itu tidak mereka pahami. Tidak mereka percayai. Mereka sama dengan orang Yahudi. Mustahil membangun Bait Allah dalam 3 hari.

Tidak semua hal yang disampaikan akan langsung dipahami.
Tidak semua perkataan akan diingat.
Tidak semua perbuatan akan dikenang.
Semasa kita hidup.
Sepanjang pengetahuan kita.
Yesus mengalaminya.
Apa yang Yesus katakan banyak tidak dipahami.
Apa yang Yesus lakukan sering tidak diingat.
Namun lama sesudah semuanya terjadi barulah murid-murid bisa memahami.
Mereka mempercayainya, bahkan!

Jadi...
jangan bosan-bosan untuk berbuat
jangan lelah-lelah untuk berkata
jangan capek-capek mendengarkan
jangan malas-malas untuk belajar!


Have a blessed Sunday ^^

Hari Kartini


Selamat hari Kartini. Hihihi, suatu ucapan yang baru kali aku ucapin. Heran yah, padahal udah 27 tahun ngerayainnya tapi baru kali ini menjadi kali yang pertama. Tadi pagi di deket rumah banyak anak-anak kecil pake konde lengkap pake kebaya, yang cowok pake blangkon hahahaha. Mereka menuh-menuhin jalanan. Sampe mobil n segala macem kendaraan yang laen disuruh brenti dulu, kasi mereka jalan. Hihihi. Meriah banget tadi jalanan. Warna warni.

Inget-inget jaman dulu kok aku perasaan ndak pernah pake pakaian daerah pas kartinian yah? Yang aku inget tu cicik ku n kokoku. Mereka pake baju daerah, dikonde, kokoku pake blangkon hahahahahaahahahhahahaha. Lucu bangettt. Ndak isa mbayangin mesti ya ngeliat kokoku pas kecil pake blangkon. Hihihi. Ada fotoe kok. Bukti nyata. Kalo ndak ada fotoe juga aku ndak mungkin tau la. Hihihi.

Kok isa ya kecil-kecil mau didandani kayak gitu. Nek aku pasti ndak mau deh, gatel kabeh rasae. Kan panasss... palagi pake konde... hiiiyyy rambute sapa ituuuu????!!! Hahahaha. Mungkin ini penyebabe aku ndak pake pakaian daerah kayake yaaa. Hahahaha.

Memaknai hari kartini... apa yah...
Ngga ada suatu hal yang spesial yang terlintas di otak.
Cuman ada emansipasi wanita, habis gelap terbitlah terang. Apalagi yah...
Biasalah inget-inget pelajaran es de dulu.
Makam Ibu Kartini ada di Rembang, Jepara, yang terkenal sebagai kota ukiran. Hihihi.

Foto di atas aku ambil kemaren pas hunting foto di Kutisari Indah. Kontras banget dengan langit yang mendung n tanpa ada awan secuil pun, atau malah itu semua awan yah? Hehehe. Kali ini langite tanpa efek apapun ^^