Sebuah kisah.
Seorang tokoh.
Kekaguman.
Harga diri yang ditepis.
Perjumpaan yang mengubahkan.
Adalah seorang perempuan.
Di siang bolong. Saat hari sedang terik.
Dia membawa tempat air untuk mengambil air.
Di siang bolong biasanya tempat itu sepi.
Tidak akan ada orang yang memperhatikannya.
Tidak ada orang yang mencelanya.
Tidak ada bisik-bisik dan gunjingan tentangnya.
Yah, paling tidak, tak akan didengarnya secara langsung.
Hidupnya memang tidak bisa dijadikan teladan yang baik.
Lima orang suami pernah menjadi pendamping hidupnya.
Kelimanya kini sudah tak lagi mendampinginya.
Bahkan kini, pendamping hidupnya bukanlah seorang suami.
Perempuan ini tentunya bukan seorang perempuan baik-baik.
Sekalipun demikian, perempuan ini tentu tetap memiliki kebutuhan.
Kerinduan-kerinduan yang menuntut untuk dipenuhi.
Salah satunya kebutuhan terhadap air.
Maka di sanalah dia kini berada.
Mengambil air di tengah hari.
Di waktu yang janggal.
Di saat semua orang menghindar dari terik.
Sepi. Terkucil. Sendiri.
Seperti hari-hari biasanya, perempuan ini mengambil air.
Namun hari ini berbeda. Perempuan ini tertegun.
Dia melihat ada seorang pria duduk di tempat dia biasa mengambil air.
Siapakah gerangan? Di hari yang panas begini.
Apakah yang dia lakukan di sana?
Dan perempuan ini pun tak menyangka sapaan yang disampaikan pria tersebut.
Bukan sekedar sapaan. Melainkan permintaan yang sopan, "Berilah aku minum."
Bukan perintah. Bukan celaan. Bukan gunjingan.
Seperti yang biasa dia terima dari perempuan-perempuan lain.
Herannya lagi, ini seorang pria!
Selama ini berapa banyak pria yang memandang dia dengan hormat?
Melihat dengan sebelah mata pun jarang, namun yang dilakukan pria ini lebih dari melihat.
Matanya yang menyejukkan terasa memandang dirinya dengan ramah.
Mengenyahkan rasa sepi, mengusir rasa terkucil.
Membuat dirinya merasa dibutuhkan.
Saat permintaan itu disampaikan.
Saat permohonan itu dinyatakan.
Perempuan ini merasa dirinya berharga.
Awal pertemuan yang indah.
Dan percakapan pun berlanjut.
Saat pembicaraan mereka sampai pada akhirnya,
Sebuah perubahan sudah terjadi di dalam diri perempuan ini.
Pria ini memberikan apa yang perempuan ini butuhkan.
Perbuatan-perbuatan tercelanya diakui.
Perempuan ini dengan jujur mengaku.
Dan akhirnya ia percaya.
Pria yang berada di hadapannya bukan sembarang orang.
Disebutlah pria ini olehnya, "Tuhan."
Dan dibuatlah perempuan ini percaya,
"Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus;
apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau." (Yohanes 4:25-26)
Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
(Yohanes 4:28-30)
Dari seorang perempuan yang menghindari orang banyak,
Kini dia malah bersegera mencari orang banyak.
Dari seorang perempuan yang menghindar dari gunjingan,
Kini dia malah menceritakan kisah kelam hidupnya.
Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepadaNya karena perkataan perempuan itu yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat." (Yohanes 4:39)
Kepekaan Yesus terhadap kebutuhan perempuan ini
Akhirnya mengubahkan jalan hidup perempuan ini
Kerendahan hati perempuan ini mengakui dosanya
Membuat dirinya dipulihkan
Membuat dirinya dimampukan untuk bersaksi
Membuka matanya untuk menyaksikan seorang tokoh yang mengagumkan
Membuka mulutnya untuk menuturkan kekagumannya kepada orang banyak
Menyingkirkan kerendahan dirinya yang dikarenakan dosa-dosa yang telah diperbuatnya
Dan akhirnya, membawa orang banyak mengenal Yesus secara pribadi!
dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia,"
(Yohanes 4:42)
Monday, March 17, 2008
Perempuan Samaria
Wednesday, March 12, 2008
27 Dresses

Kemaren siang pergi ke Galaxy Mall bareng Ce Angeline (aih aih... ndak pernah manggil kayak gini hahaha -cece ne monex- biasae manggil "nonik"). Setelah browse di 21 cineplex, akhirnya kita berdua nonton filrm. Dan 27 Dresses lah yang menjadi pilihan.
Film yang bagus. Sarat dengan nilai2 yang bagus untuk dipelajari. Banyak hiburan dan banyak pelajaran yang bisa diperoleh lewat film ini. Nice drama. Liat film ini membuat cukup terhanyut dengan sukses. Thumbs up buat sutradaranya ^^ ada kalanya ngerasa bener2 mangkel, ada saatnya juga ngerasa sedih banget. Huehehe. Apa gara2 gue lagi sensi jadi gampang terhanyut yeee...? Hahahaha. Yeah, termasuk film yang kurekomendasikan buat diliat (walau kalau diliat di bioskop mungkin rada 'rugi' yah -ngga ada adegan action yang keren2 gitu :p).
Happy ending movie. Dan engga ada akhir yang menggantung. Semua tokoh utamanya dijelaskan ending nya (walau ada beberapa tokoh yang secara implisit saja dituturkan endingnya).
Monday, March 10, 2008
It is not over, yet
I may not understand what has happened recently
I may not aware what had occurred these days
I'm still in blue by the moment of 50 days
The memories are kept in my head are flashing
Tear my heart
Ripped it in pieces
Smash my head
Phew
There are things should think of
Which I haven't found the answer yet
Well, apparently it is not over, yet...
Keep yourself strong
Keep a smile put on your face
Keep yourself being motivated and
Keep on motivating others
Good luck, myself.
Jesus Teaches at the Feast
14 Not until halfway through the Feast did Jesus go up to the temple courts and begin to teach. 15 The Jews were amazed and asked, "How did this man get such learning without having studied?"
16 Jesus answered, "My teaching is not my own. It comes from him who sent me. 17 If anyone chooses to do God's will, he will find out whether my teaching comes from God or whether I speak on my own. 18 He who speaks on his own does so to gain honor for himself, but he who works for the honor of the one who sent him is a man of truth; there is nothing false about him. 19 Has not Moses given you the law? Yet not one of you keeps the law. Why are you trying to kill me?"
20 "You are demon-possessed," the crowd answered. "Who is trying to kill you?"
21 Jesus said to them, "I did one miracle, and you are all astonished. 22 Yet, because Moses gave you circumcision (though actually it did not come from Moses, but from the patriarchs), you circumcise a child on the Sabbath. 23 Now if a child can be circumcised on the Sabbath so that the law of Moses may not be broken, why are you angry with me for healing the whole man on the Sabbath? 24 Stop judging by mere appearances, and make a right judgment."
John 7:14-24 New International Version International Bible Society Copyright © 1973, 1978, 1984
Kadang, apa yang Yesus perbuat kelihatannya tidak masuk akal. Susah dipahami. Tapi yang jelas semua hal yang Dia lakukan selalu beralasan -walau mungkin sekali lagi tidak kita pahami. amun ya itulah artinya kita sebagai manusia dengan keterbatasan inteligensi yang tidak dapat memahami yang Allah perbuat. Seperti dalam kisah ini, saat membacanya dengan teliti, maka kita akan menemukan beberapa kejanggalan yang Yesus lakukan.
Di ayat 8-10 (perikop sebelum bacaan ini), Yesus menyuruh saudara-saudaraNya untuk berangkat ke pesta, sementara Dia sendiri masih tinggal di Galilea.
8 You go to the Feast. I am not yet going up to this Feast, because for me the right time has not yet come." 9 Having said this, he stayed in Galilee.
10 However, after his brothers had left for the Feast, he went also, not publicly, but in secret.
Namun setelah saudara-saudaraNya berangkat, Dia pun berangkat. Nah lho! Kenapa engga bareng2 aja? Jawabnya bisa jadi di ayat 10b. Kalo pergi dalam rombongan pastilah lebih mencolok. Sejak peristiwa penyembuhan di kolam Betesda, orang-orang Yahudi mulai merencanakan pembunuhan terhadap Yesus. Maka Yesus pun musti berhati-hati. Belum saatnya Yesus tampil di depan publik secara terang-terangan. Hal ini berkaitan erat dengan ketaatan Yesus kepada Bapa. Kekonsistenan Yesus terhadap rencana Bapa. Apabila memang belum saatnya, maka Yesus pun tidak akan melanggarnya. Sepenuhnya taat.
Setelah tiba di pesta tersebut, belum sampai setengah pesta berlangsung, Yesus pergi ke Bait Allah dan mengajar di sana. Hmmm. Hal kedua yang janggal. Kenapa setelah dengan susah2, mengendap2 pergi ke pesta itu, malahan Yesus meninggalkan pesta yang sedang berlangsung tersebut dan pergi ke Bait Allah untuk mengajar? Hei... kalau mau pergi diam-diam kenapa malah muncul di depan publik? Apakah Yesus melihat adanya kebutuhan orang-orang terhadap pengajaran, sehingga Yesus terdorong untuk memberikan pengajaran? Sehingga pesta yang belum usai pun Yesus tinggalkan? Belum juga setengah jalan, bahkan! Jawabannya mungkin bisa kita dapatkan dari ayat 11-13. Di sana terdapat kasak-kusuk dan bisik-bisik membahas tentang diri Yesus. Ada yang berpendapat "Ia orang baik." namun ada pula yang berpendapat sebaliknya, "Tidak, Ia menyesatkan rakyat." Yesus peka terhadap adanya kebutuhan untuk 'meluruskan' permasalahan yang ruwet. Kebenaran harus disampaikan. Sekalipun pesta harus ditinggalkan, maka itulah yang Yesus lakukan.
16 Jesus answered, "My teaching is not my own. It comes from him who sent me. 17 If anyone chooses to do God's will, he will find out whether my teaching comes from God or whether I speak on my own. 18 He who speaks on his own does so to gain honor for himself, but he who works for the honor of the one who sent him is a man of truth; there is nothing false about him.
Segala yang Yesus ajarkan berasal dari yang mengutus Yesus. Dan orang-orang yang memilih untuk melakukan kehendak Tuhanlah yang dapat membedakan ajaran yang berasal dari Tuhan atau atas nama diri sendiri. Orang yang mengajar atas nama diri sendiri melakukannya untuk mendapatkan pujian bagi dirinya sendiri. Akan tetapi orang yang bekerja untuk pujian bagi yang mengutusnya adalah orang benar; tidak ada yang salah pada dirinya. Tidak ada kepalsuan. Murni. Dan tokoh yang benar2 murni dari sebelum bumi dijadikan adalah...? Yeah, kita semua tahu jawabnya.
Yang dapat kita pelajari dari kisah ini, Yesus yang mengajarkan kebenaran. Bukan kepalsuan. Dan hendaklah kita melakukan yang sama seperti yang Yesus teladankan. Jangan seperti orang-orang Yahudi yang memang bermaksud membunuh Yesus namun saat Yesus berkata, "... Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?" mereka menjawab, "Engkau kerasukan setan; siapakah yang berusaha membunuh Engkau?" Bukannya mengaku bahwa memang demikan yang mereka rencanakan (baca: Yohanes 5:16-18) akan tetapi malah melontarkan tuduhan kepada Yesus, "Engkau kerasukan setan..." Bukankah parah?
Namun, kadang kala kita pun bertindak seperti layaknya orang-orang Yahudi tersebut. Ada kalanya kita memiliki maksud yang buruk terhadap seseorang. Walaupun cuman ada di dalam benak kita. Belum pernah kita ungkapkan kepada siapaun. Hanya kita dan Tuhan yang tahu. Dan saat maksud buruk kita itu terungkap, kita pun menyangkalnya (siapa juga yang tahu, selain kita...? ... dan Tuhan?). Bahkan, dengan melontarkan tuduhan balik sebagai self-defense kita. Dan kadang apa yang kita lontarkan itu sembarangan. Tidak benar. Palsu. Hanya untuk mengalihkan perhatian. Dapatkah dibenarkan tindakan seperti ini?
Stop judging by mere appearances, and make a right judgment.
Sunday, March 09, 2008
50 days
Besok hari Senin.
Tepat 50 hari sudah Emak berpulang ke rumah Bapa.
Entah apa yang sekarang Emak kerjakan. Yang pasti aku yakin, Emak dengan senyumnya yang khas dan menyejukkan hati pasti masih tetap menyejukkan. Sigh.
How I really miss my grandma.
Hari ini memasuki hari kedua in blue mood. Apapun yang terjadi... baik itu kejadian yang menyenangkan maupun menyedihkan... selalu membuat hati ini seakan diremas2... perasaan ini mendorong untuk terbitnya air mata... mendengarkan pujian tadi di kebaktian pra paskah VI... mendengarkan sapaan Tuhan melalui firmanNya... menikmati kehadiranNya di tengah2 ibadahNya... mendapat undanganNya ke pesta perjamuan pada Minggu Paskah yang segera datang... mengetahui kabar buruk dari teman... kondisi terakhirnya yang menyedihkan... memikirkan hal-hal yang seakan tak kunjung usai dan seakan tak mungkin diselesaikan... melihat orang-orang keras kepala yang susah untuk saling mengalah... sigh.
Kotbah tadi tentang kekecewaan. Hmm. Ini refleksiku:
Semua orang tentunya pernah kecewa.
Dikecewain Tuhan?
Mungkin kita sering nyanyiin, "Allah peduli, Allah mengerti..."
Tapi sampe sejauh mana kita bener2 paham, "Allah peduli, Allah mengerti..."?
Saat doa-doa yang kita doakan seakan tak kunjung dijawab?
Bila permohonan kita ditolak?
Jadi, Tuhan sudah membuat kita kecewa.
Benakku bertanya, "Namun, seberapa lebih seringnya Tuhan aku buat kecewa?"
Seberapa sering Tuhan kubuat menangis?
Seberapa sering hatiku berpaling dariNya?
Saat Tuhan sedemikian rindu untuk bercakap2 dengan aku...
Namun aku ogah-ogahan berdoa.
Saat Tuhan sedemikian berkeinginan untukku berlaku baik...
Namun aku tak peduli.
Lebih mementingkan diri sendiri.
Tak peduli terhadap orang lain.
Berkata kasar pada orang lain.
Seberapa sering Tuhan sudah kubuat kecewa?
Berkali-kali. Tujuh kali tujuh kali dalam sehari bisa jadi jawabnya!
Kepedihan hati ini kian terkoyak oleh kenyataan tersebut.
Inikah balasan dari kasih yang sudah Tuhan nyatakan melalui lenganNya yang terbuka dan terpaku di dua batang kayu di puncak Kalvari?
Tuhan kasihanilah aku.
Pulihkan aku dan jadikan aku terangMu.
Thursday, March 06, 2008
Untitled
Paling engga enak n engga nyaman kalo lagi sakit.
Pikiran jadi ke mana-mana.
Badan panas. Demam. Meriang. Makan ngga doyan.
Ditambah perut sakit. Telpon bunyi mulu.
SMS ada banyak yang masuk. Telpon juga bolak balek.
Abis minum obat akhirnya jadi ngantuk n brusaha bobok.
Tapi ya itu tadi, gangguan ada banyak banget.
Susah deh. Padahal malemnya engga bisa bobok.
Janji yang diingkari...
Perkataan yang tidak ditepati...
Huah! Mbuat emosi jiwa.
Kalo engga bisa nepati ngapain coba mbuat janji?
Kalo emang mau diingkari ngapain diucapkan?
Kenapa engga ngomong terus terang aja kalo emang ternyata engga bisa memenuhi janji itu?
Mungkin ingatanku salah. Dulu pernah diucapkan, supaya aku engga ngelupain. Tapi kenapa sekarang aku ngerasa kalo diriku lah yang dilupain. Huaa. Left behind. Hohohohoho. Gue capeee. Bosen ntar kalo dituntut lagi. Bosen juga nuntut2. Pengen give up. Hahahahahaha. Tapi kok engga rela ya kadang. Engga pengen ngebelain lagi. Halah. Mbulet. Mumet aahhh.
Duh duh duhh...
Hari ini dah lumayan better. Udah engga demam tapi ini perut masih belum beres.
Huahhh. Makan bubur. Heh.
Kalo lagi sakit gini, bawaanya pengen dipahami. Payah bener. Padahal baru Selasa kemaren Doa Malem n PA tentang Paulus. Gimana Paulus yang ada di penjara dengan berbagai macam kondisi nya yang engga ringan, tapi masih juga dengan penuh semangat membagikan dan mendorong jemaat di Filipi buat terus bersukacita. Hebat. Berkebalikan dengan aku >.< sigh.
Well, ujian yang Tuhan berikan kayaknya udah gagal deh gue lewati. Huehehehe.
Pagi ini masih kedinginan mulu. Jadi mikir2 ni mau mandi or ga. Hahaha. Tapi kok ntar ke kampus yaa... n nyelesaiin beberapa kerjaan. Yang kemaren kepending. Huaa.
Sekarang crita yang seneng2 aja.
Hari Selasa pagi kemaren pergi ke RS Adi Husada. Niliki anak kembar. Huehehehe. Lucu banget. Erika sampe foto2 banyak banget tu. Kembarrr. Armand n Lusi's twin daughters. Ruth n Beth. Kata Erika yang Ruth nanti nek gede jadi penyanyi, soale mulute gerak-gerak terus. Nek ndak ya seneng makan (kayak Erika -hahahaha). Trus Beth nek dah gede bakal jadi penari. Soale jari2ne panjang2 lentik, trus senengane tangane diangkat2. Digerak2ke sana sini. Hahaha. Sekarang masih di RS. Nunggu berat badannya naek sampe 2,5 kg. Kemaren Selasa beratnya Ruth 2,1 kg n Beth 2,4 kg (moga2 ndak salah inget ya :p). Kondisi mereka semua baek2. Buat ukuran anak kembar, berat badan segitu udah bagus banget. Biasanya kurang dari 2 kg. Wew. Yeah, keep on praying for them. Biar cepet pulang rumah :) nek dah isa ditiliki lagii... diajak maen2. Huahahahaa. Tapi nunggu nek aku dah sembuh deh. Nti malah nular2i. Hehehe.
Pulang dari RS makan siang bareng Erika. Hmmm kayake kedua kaline makan berdua mbek Erika. Hahaha. Dee dah meh semaput. Soale ternyata pagi dia belum makan. Jadi pas masih di RS dee dah kalang kabut. Maka kita berdua sepakat buat cari makan yang banyakk. Hahahaha, setelah direnungkan kayake smua orang yang namae "rika" mangane akehhh. Hahahahahahaha. Ndak cuman nek laper tok juga. Hahahahaha. Kita makan di Long's Express. Chinese Food express. Gitu tulisane. Tapi masakne ndak Chinese banget nek aku liat menunya. Ada kacang panjang. Ada nasi goreng ikan asin. Jadi ya wes campur2 gitu. Lokasi e di ruko RMI yang di seberange Kampus Ubaya Ngagel. Kata Erika banyak. Enak. Ndak seberapa mahal. Mengingat kala itu duit di dompet ndak banyak2 amat. Hahaha. Dan benarlah! Pesen yang paket sekitar 6rb sekian (dah termasuk minum), nambah menu satu lagi (erika nambah udang, aku nambah kacang panjang) total berdua abis 20rb pas! dah termasuk pajek. Huahaha. Belum termasuk parkir. Tapi berhubung pas kita pulang, keluar dari parkiran, ndak terdengar suitan pelit atawa ngeliat ada orang lari2 ya kita langsung cabut. Mosok mau nyariin tukang parkirnya? Padahal udah ngebunyiin klakson beberapa kali. Tetep engga ada respon ya udah, tinggal aja. Hahahaha.
Thursday, February 28, 2008
Busy Birthday
Aaaw!
Kemaren seharian keliling2. Dari pagi dah busy. Pulang nyampe rumah udah malem. Jam setengah tujuh! Bayangpun! Astaga!!
Pagi bangun telat. Beberapa minggu terakhir tidur ndak nyenyak. Dan as usual maka di pagi hari ultah pun ngerasa badan cape2 karena kualitas bobok yang kurang >.< huee. Walhasil buru2 ritual pagi, trus mandi. Asistensi pagi2. Trus ke kampus. Dah ditunggu anak2 kelompok DKV4. Wew. Tapi belum komplit. Akhirnya mulai briefing jam sembilan kurang sepuluh. Dan berakhir jam sepuluh lebih sepuluh. Abis gitu ke percetakan ambil barang, kirim ke finishing. Trus anter file buat proses selanjutnya di bratang gede, sempet nyasar dikit. Jalane rodo mbulet! Puji Tuhan, ndak kejebur kali. Hahaha. Jalane kecil n ada banyak kali di sana. Wew. Akhirnya bisa pulang. Dah kelaperan. Jam dua. Makan banyakss trus revisi dari asistensi yang tadi pagi, jam 4 pergi ketemu klien. Jalanan macet! Banjir! Weleh2. Mana di deket rumah klien ada pembuatan gorong2. Jadi jalan satu jalur dibuat dua jalur. Weleh2. Nyampe sana ternyata belum selesai juga siapin datanya. Waks! Pengalaman kalo ambil data di sana emang sampe lamaaaaa. Ampyun deh. Latihan kesabaran. Padahal yang kali ini aku udah wanti2. Semuanya udah siap kan? Katanya sih tinggal ambil. Ehh... lhadalah... jebulnya... hahaha. Si klien juga sampe sungkan2. Bayangpun. Dari jam setengah lima sampe jam enam lebih! Aku di sana. Ngalah2i orang kerja kantoran. Hahahaha. Dari subuh sampe gelap aku ndak berenti kluyuran n keliling2. Ditambah banyak yang telp n sms. Huahaha. Bener2 jadi orang 'penting' hihihii.
What a busy birthday!
Dapet kado yang bener2 mbuat cape. Seharian dibuat sibuk. Walhasil malemnya kecapean n isa bobok 'agak' pules. Paling engga, boboknya lebih better dari sebelum2nya. Syukurlah! Dah cukup lama engga melakukan kegiatan kayak kemaren. Waw. Dan hari ini pun masih berlanjut. Tapi lebih better. Siang tadi ngerasa cape banget n menyempatkan diri bobok bentar. Herannya, kalo siang isa bobok pules. Hahaha. Kenapa ya...?
Monday, February 25, 2008
Menikmati Siraman Karunia Allah
Kebaktian Minggu Pra Paskah III kemaren dilayani oleh Bapak Pdt. Djoko Sugiarto dari GKI Manyar Surabaya. Ilustrasi2 yang dipake Pak Djoko kemaren cukup mbuat berkerut dahi. Hihihihi.
Kotbah kemaren yang jelas menyampaikan tentang bagaimana kita yang merasa 'kehausan' akan merasa sangat dipuaskan saat kita diberi minum. Maka akan ada kepuasan tersendiri dari pemuasan dahaga yang kita alami.
Bacaan nya diambil dari perjalanan bangsa Israel saat bangsa Israel sampai di Masa dan Meriba. Di sana bangsa Israel mulai komat kamit ngomel ke Musa. Isa dibayangin gimana Musa panik ngadepin sekian ribu manusia yang 'demo'. Wuii. Dan Musa pun berseru kepada Allahnya. Tindakan yang tepat. Maka Allah menyuruh Musa memukulkan tongkatnya ke sebuah batu. Bangsa Israel kehausan, tidak ada air untuk diminum dan mereka sudah mulai mengata2i Musa, "Mending kita mati di Mesir daripada mati kehausan di tanah yang engga jelas ginii...!!" (terjamahan dan tafsiran bebas). Nah lho! Tapi kenapa Allah malah menyuruh mukul batu? Heran! Tapi Musa pun dengan patuh melakukannya. Maka mujizat pun terjadi.
Jadi, bisa dibilang mujizat terjadi karena adanya ketaatan. Pengenalan terhadap Allah yang Maha Kuasa, maka yang tak terpikirkan pun akan terjadi. Kadang Allah akan memilih cara yang spektakuler untuk 'menarik' perhatian kita. Kadang pula Allah memilih cara yang konvensional dan biasa-biasa aja supaya kita tidak terlalu kaget. Namun cukup membuat kita terkagum2. Yang jelas, semuanya dilakukan Allah untuk memenuhi kebutuhan kita.
Mencukupi dan menyiran kita dengan Kasih KaruniaNya yang menyegarkan 'dahaga' kita.
Selamat menikmati siraman karunia Allah!
Have a blessed week!
Monday, February 18, 2008
Makin Dekat di Saat Susah
Kemaren hari Minggu engga ke gereja jam 9. Kebaktian yang sore, jam 17.00 WIB. Dah cukup was-was jangan2 nti ngantuk di greja. Tapi berkat siang nya bobok siang... so ndak ngantuk deh pas kebaktian ^^ horee.
Di kebaktian sore itu (yang berlangsung cukup lama -terlama pertama di tahun 2008 ini) Ibu Lisa Wihanggama mengajak kita semua buat melakukan permenungan. Di saat manakah kita lebih 'dekat' dengan Tuhan: di saat gembira? Saat kita mengalami lulus ujian? Saat gaji kita mengalami kenaikan? Atau... di saat kita susah? Saat penderitaan seolah tiada akhirnya?
Sebagian besar dari diri kita mungkin akan setuju bila dibilang kita makin mendekatkan diri kepada Tuhan di saat-saat 'sulit'. Di saat penderitaan itu seolah tak kunjung usai. Di saat kesedihan itu datang bertubi. Cara Tuhan ada beraneka untuk menarik kita menjadi lebih dekat kepadaNya. Satu hal yang aku renungin pagi ini bersama hembusan aroma daun teh yang direndam air panas, Tuhan akan selalu mencari cara untuk kita -anak-anakNya makin dekat kepadaNya sehingga kita menjadi semakin serupa dengan Kristus!
Semua itu dilakukan Tuhan hanya semata-mata karena KASIH-Nya kepada kita. Berhubung masih bulan februari, rasanya kok tema tentang kasih ini masih 'in' buat dibahas. Kadang-kadang 'besar' sebuah kasih dapat dilihat pada saat kasih itu mengalami ujian. Bagaimana dia akan bertahan.
Seberapa dia akan setia.
Seperti seorang anak kecil yang memang 'serius' saat meminta sebuah hadiah kepada ayahnya.
Seberapa serius dia untuk terus meminta kepada ayahnya... hingga ayahnya benar-benar memberikan hadiah tersebut padanya...?
Kasih Tuhan sudah terbukti 100% setia kepada manusia.
Jalanan via dolorosa yang Yesus lalui menjadi saksi.
Ukiran darah Yesus di dua buah balok kayu menjadi bukti.
Kegentaran di Getsemani tak menghalangi....
Pengkhianatan yang dirasakanNya tak sanggup menahan...
Yesus, dengan tekad bulat -taat & setia kepada Bapa...
Menyatakan kasihNya kepada manusia berdosa.
Selamat Memasuki Minggu Pra Paskah III!
