Sunday, March 23, 2008

Siapa dia?

Ini bulletin board yang diposting lan2, jadi iseng pengen ngisi. Hihihi.

Coba pikir sebentar..
Satu nama cowo yang ada di hati dan
pikiran kamu sekarang…
Yang cukup berperan dalam hidup kamu
saat ini…
Let’s start.

1. Kenal dia dimana?
.rumah

2. Kamu kenal keluarganya?
.yeah

3. Agama dia apa?
.kristen

4. Makanan kesukaan dia apa?
.any kind... ndak suka duren n ikan hihi

5. Kamu kenal teman2nya?
.lumayan, ada beberapa yang sama soalnya... temennya ya temen aku ^^

6. Kenapa milih dia buat bulletin ?
.ada di profile ku :)

7. Pernah liat dia nangis?
.belum

8. Dia pernah liat kamu nangis?
.ngeliat? mustinya pernah... hehehe

9. Kapan terakhir ketemu dia?
.kapan ya... 19 maret pagi n siang, 20 maret sore menjelang malem

10. Kamu benci dia?
.engga dong

11. Dia sayang kamu?
.hohohohoho... so pasti dunk!

12. Kamu inget baunya dia?
.inget seinget2nya hahahaha

13. Seneng kenal sama dia?
.yeah, tentu dong!

14. Tau no. HPnya?
.nomer cantik tuh...

15. Kapan terakhir kontak dia?
.20 maret

16. Kangen dia?
.lumayan

17. Pernah diomelin ma dia?
.hahaha dimarahi iya.... hahaha

18. Pernah liat dia sakit?
.yeah

19. Dia mandi berapa lama?
.5-10 menit, kecuali kalo nguras bak hahaha

20. Dia perhatian sama kamu?
.iyah

21. Kamu tau dia jago apa?
.jago beres2 hahahaha...! rapi abis deh!!

22. Dia tau temen2 kamu?
.yup, beberapa kan sama temennya ^^

23. Dia ada dimana sekarang?
.di greja kayaknya ato kalo engga ya di sidosermo

24. Berapa lama udah kenal dia?
.sejak lahir hahahaha

25. Shio dia?
.naga

26. Kamu tau hobby nya apa aja?
.hobby nya? kluyuran... hahaha... nemeni ponakan maen ^^

27. Pernah marah sama dia?
.sering berantem malah -tapi itu dulu... ^^

28. Dia pernah kecewa sama kamu?
.mungkin ya... >.<

29. Siapakah dia?
.agustinus, my big bro ^^

Sabtu Pagi

Perjalanan ke kos diana. Jalan kaki. Kos diana masih satu gang dengan rumah. Abis pamitan sama hubby trus jalan kaki ke sana. Sepanjang perjalanan kepanasen. Ternyata matahari lumayan terik, setelah malemnya ujan (lagi -walau engga sampe ada badai).

Di tengah2 jalan ngeliat ada kucing berbulu putih dengan blonteng2 coklat keemasan. Duduk di atas tempat sampah. Lagi tolah-toleh kiri kanan. Iseng2 -kayak biasanya- aku manggil2 itu kucing, "Pus... pus..." Yaaa... dia nya cuek aja. Ndak menyerah aku buat bunyi yang laen. "Meee.....owwww... meee....ooooow..." Hahahahaha. Kali ini dia makin lincah menolehkan kepalanya. Nyariin makhluk sejenisnya yang kira2 isa ngeluarin bunyi yang serupa dengan bahasa yang biasa dia gunakan -kayaknya. Hahahaha.

Dan ternyata... tak jua ditemukannya makhluk sejenisnya. Dan aku pun tetap tak dihiraukannya. Hahahahaha. Ya udah.

Yang jadi perenunganku, saat kita mencari sesuatu... tetapi kita mencari "bentuk" yang salah, maka kita akan semakin sulit untuk menemukannya -bahkan tidak mustahil- kita tak akan menemukannya. Mungkin pula demikian halnya dengan pencarian kita terhadap jalan hidup kita. Panggilan hidup. Bidang pekerjaan. Pasangan hidup. Bentuk pelayanan. Masalah keluarga. Perekonomian. Segala macam pergumulan. Pencarian kehendak Tuhan.

Perlu pengenalan yang sangat dalam terhadap pribadi yang kita ingin ketahui kehendaknya. Jangan sampai salah "denger" kayak kucing tadi. Mendengarkan "suara" palsu dan akhirnya tidak menemukan apa yang dia cari.

Yeah, pererat hubungan pribadi dengan Tuhan. Banyak-banyak berdoa. Banyak-banyak baca firman. Banyak-banyak bersyukur. Banyak-banyak mengamati dan mengagumi karya tanganNya. Semoga dengan demikian kita makin mengenal Tuhan dengan lebih dekat dan makin peka terhadap kehendakNya.

Kasih

Tangan Pencipta bumi terpaku
Jari yang membentangkan langit mengejang
Mulut yang memberi nafas kehidupan mengerang

Gambar yang rusak dipulihkan
Hati yang hancur disembuhkan

LenganNya yang terbentang
TanganNya yang berlubang
LambungNya yang tertikam
TubuhNya yang terpaku
Bukti kasihNya kepadaku
Via Dolorosa yang Dia tempuh
Bukti kesabaranNya terhadapku

Walau darah mengucur deras
Walau keringat mengalir tak henti
Tiada kata sia-sia meluncur dari bibirNya
Bahkan penguatan dan penghiburan belaka yang terucap

Masih juga memikirkan orang lain
Masih juga mempedulikan sahabat-sahabatNya
Bahkan terhadap orang-orang yang menyiksa dan menderaNya

Bukan lengan kokoh prajurit yang menahanNya
Bukan pula paku yang menancap di kakiNya

KASIH.
Semata-mata hanya kasih,
yang tampak dalam sorotan mataNya

KASIH.
Semata-mata hanya kasih,
yang menjadi tujuan hidupNya

RIKA

Name Rika
Gender Female
Origin Norse
Meaning Diminutive of Erica: Feminine form of Eric: Forever strong. -parenthood

Norse is an adjective relating things to Norway, Denmark, Iceland and Sweden. To refer to the modern people or culture of Norway, use "Norwegian". -wikipedia

Japanese name meaning "valued fragrance" -20000-names

Kayak momod nih. Baru tau meaning dari namaku setelah sekian tahun menjalani hidup. Hihihi. Thanks to momod pula buat links nya. Btw, mod, thanks buat doanya. Dubbing nya aku engga tau bener kayak gitu apa engga. Yang pasti comment nya meikel, "Suarae tadi kok ndak kayak suaramu ya... isa kerasa melas... tapi ya sadis n judes..." Hahahahahaha. Suaraku jadi manglingi... ndak tau haruse pie. Sutradara e ndak dateng soale. Jadi ndak isa tau sudah sesuai dengan permintaan apa engga. Huehehe.

Forever Strong, huh?
Kalo inget2 komen yang aku dapet pas camp gabungan bareng gki sangkrah... "kuat lan makelan..." hahahahahaha. Ndak jelas sapa yang nulis. Tapi yang jelas lumayan banyak yang kasi komen sejenis. Hihihihi.

Kalo yang valued fragrance ndak seberapa mudeng deh.
Aroma yang berharga?
Hmmm... kayak parfum wae. Hahahahaha. Semerbak gitu kali yaaa....

Saturday, March 22, 2008

This Weekend

Kamis-Sabtu ini libur. Mustinya. Tapi entah kenapa malah di hari libur gini klien isa2 nya telp. Bayangpun! Hari Jumat! Tanggal merah! Astaga! Salah satu temen bilang, "Klienmu tanggalane ndak ada merahe... item semua!!" Hahahaha. Mungkin juga yah. Pengen nyantai tapi ya kayaknya engga bisa.

Hari Kamis kemaren engga ngapa2in. Cuman cek email. Kirim email. Bales email. Pagi2 jam setengah 10 ditelp Christine. Dia tanya, "Ki, aku besok meh pulang semarang... enake beli tiket sekarang apa besok langsungan ke stasiun ya...?" Wah wah... cewek nekat. Hahahaha. Aku bilang, "Wah... ngeri nek besok baru beli tiket... isa2 ndak dapet... ini kan lagi liburan..." Akhire, jam setengah 11 aku ke kos Christine n kita berangkat ke stasiun gubeng, cari tiket buat Christine pulang. Nyampe di gubeng, nanya2... antri... trus beli. Nah, ternyata... semua tiket buat perjalanan hari itu udah abis! Yang buat perjalanan besoknya (Rajawali - Semarang Tawang) tinggal 7 seats. Hahahahhaa! Nyaris! "Untung kita ndak ke stasiun sore... hahahaha bayangpun! Nek sore iso2 ra entuk tiket koe, tin!" Trus anter Christine pulang kos. Sorenya siap2 pergi ke acara sweet seventeen temen. Hahahaha. Bener, sweet seventeen! Tujuh belas tahun! Hahahhaha. Meikel jadi MC bareng Ernest. Yang ngebawain renungannya Bu Lily. Ujan2. Surabaya kena badai. Listrik mati. Pohon2 bertumbangan. Pohon pisang yang pendek2 pun pada rubuh. Terpal di gereja sampe tercabik2. Weleh2. Bener2 badai. Taneman2 yang kecil dalem pot aja sampe rubuh. Tsk... tsk... tsk... Jemput temen2. Nyampe di resto nya (tempat pesta) jam 6 an. Pulangnya tambah banyak yang ikut. Hihihi. 10 orang masuk APV. Asyik deh! Huahahaha. Dempet2an. Di kursi paling belakang: Ernest, Shinstya, Bu Lily, Yohanes. Di kursi tengah: Cimot, Yonathan, Wilton dan kekasihnya, Yohana. Di kursi depan: meikel n istrinya. Hohohoho.

Setelah anter mereka semua pulang dengan selamat -ujan masih belum berenti, masih rintik2- pulang nyampe rumah dah jam 10 lebih. Cuci muka. Bersih2. Trus siap2 bobok.

Jumat nya, kebaktian jam 09.00 setelah itu donor darah sampe jam 11 an. Jam 1 anter Christine ke stasiun. Ketemu sekilas sama pipi di stasiun. Tapi ndak sempet ngobrol2, pipi dah ngibrit masuk gerbong. Entah itu christine sempet ngobrol2 sama pipi di kereta or ga. Rada heran gitu. Mungkin keburu2 kali ya. Tapi ya benere jam keberangkatan kereta masih 20 menit lagi. Wong christine jgua masih nyantai2. Ndak kayak terakhir kali aku nganter momod n don2 ke stasiun. Hahahaha. Masuk ke halaman parkir dah denger pengumuman, "Sesaat lagi kereta rajawali jurusan semarang akan diberangkatkan...." Hahahahahaha. Mbuat panik wae!

Pulang dari staiun bobok siang. Trus nyetrika. Mandi. Makan. Belum selesai nyetrika ditelp guntur. Dimintai tolong jadi dubber. Hohohoho. Tambah profesi baru. Deg-degan. Grogi. Ndak pernah maen drama. Biasae cuman bantu mbuat skenario n ngasi pengarahan doang. Kali ini disuru jadi dubber. Astaga! Tapi masih lumayan lah daripada disuru maen drama. Isa2 berdiri kaku ndak isa gerak. Hahahaha. So besok kebaktian subuh paskah jam 5 musti dah siap jam setengah 5 kurang di gereja. Duh... jadi mules nih. Hihihihi. Bu Imel yang kasi pengarahan ta tanyain bolak-balik. Ta mintain masukan. "Ya ampun rikaaaa.... wong cuman 2 dialog doang lhooo... ndak usah bingung2 gitu toohhh...!!!" Hahahaha. Bu Imel sampe kasi pengarahan dalam 'bahasa singer'. Hihihi. "Rika... misik kecepeten! Temponya diperlambat... jangan diputus2... dibuat legato aja... trus jangan langsung diem... di decressendo yaa...." Hahhaahhaha. Udah deh... mau latian lagi. Wish me luck for tomorrow ^^

Met Paskah!

Thursday, March 20, 2008

Maundy Thursday

Kadang pikiran ini melayang tak menentu
Kadang hati ini terasa begitu kelabu

Sebuah masalah dimunculkan
Sebuah pelajaran disiapkan
Namun seringkali ujian itu datang mendadak
Seringkali kegagalan menyelesaikan ujian itu bertubi terjadi

Monday, March 17, 2008

Tetap Setia

Selidiki aku, lihat hatiku
Apakah ku sungguh mengasihiMu, Yesus
Kau yang Maha Tahu dan menilai hidupku
Tak ada yang tersembunyi bagiMu

Tlah ku lihat kebaikanMu
Yang tak pernah habis di hidupku
Ku berjuang sampai akhirnya
Kau dapati aku tetap setia

Gambar Diri

Barusan aja ngeliat gambar hitam putih yang menampakan seorang Bapak dengan jenggot yang lebat dan rambutnya yang panjang berombak. Usianya tidak bisa dibilang muda lagi. Jenggotnya yang putih tampak menjuntai ke bawah dikarenakan posisi tubuhnya yang agak membungkuk. Bapak ini memegang sebilah pisau di tangan kanannya. Sementara di hadapannya tergeletak seorang anak muda di atas batu. Tangan kiri Bapak ini menutupi mata anak muda tersebut. Dengan tangan kanan yang teracung siap untuk dihunjamkan ke dada anak muda ini, tampak pula sesosok malaikat seolah turun dari surga, memegang tangan kanan Sang Bapak, mencegah menusuk anak muda tadi.

Mungkin beberapa di antara kita dapat mengenail siapa sosok yang ada di dalam gambar tersebut. Ya, sosok tersebut adalah Abraham. Dan adegan yang digambarkan adalah adegan saat Abraham akan mempersembahkan putra sulungnya -yang telah lama dinantikan kehadirannya- kepada Allah. Karena Allah meminta demikian. Gambaran ketaatan yang luar biasa. Janji Tuhan akan keturunan yang tak terhitung banyaknya seolah bertentangan dengan apa yang Tuhan perintahkan untuk Abraham buat. Bagaimana tidak? Sekian puluh tahun Abraham dan Sara menantikan adanya kehadiran anak-anak -sesuai janji Tuhan- namun tak kunjung juga terjadi. Segala macam cara ditempuh. Namun, Tuhan memang punya cara tersendiri untuk memenuhi janjiNya. Bahkan, cara yang membuat Abraham dan Sara terbahak saat Tuhan menyampaikan rencanaNya. Namun, Abraham taat. Sekalipun ia terbahak. Sekalipun ia tertegun. Sekalipun ia ternganga. Abraham percaya.

Dan akhirnya, putranya pun lahir. Dan apa yang Tuhan minta Abraham kerjakan? Persembahkanlah sebagai korban bakaran. "Siapa, Tuhan?! Anakku? Nah, lantas bagaimana aku akan memiliki keturunan yang tak terhitung seperti apa yang Engkau katakan kepadaku beberapa waktu yang silam?!! Jangan-jangan, Tuhan sudah melupakan janjiMu itu...?" Mungkin itulah yang akan terpikirkan olehku, bila aku di posisi Abraham saat itu. Mungkin pula pemikiran itu sempat terbersit dalam benak Abraham. Walaupun demikian, Abraham tetap melakukan sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki.

Walaupun berat.
Walaupun susah.
Anak yang dinanti-nantikan.
Dipersembahkan sebagai korban bakaran.
Diperlakukan seperti domba sembelihan.

Abraham taat.
Abraham percaya.
Janji Tuhan pasti akan digenapi.
Bagaimanapun caranya.
Karena Abraham sudah mengalami.
Karena Abraham sudah menjalani.
Penggenapan janji Tuhan.
Dan Abraham sekali lagi yakin.
Abraham sekali lagi taat.
Bahwa janji Tuhan akan digenapi lagi.

Dengan cara yang tak terpikirkan olehnya.
Dengan cara yang mungkin akan membuatnya terbahak lagi.
Dengan cara yang bisa jadi akan membuat dia ternganga lagi.

Abraham yakin.
Abraham percaya.
Abraham taat.


Saat memperhatikan gambar tersebut, yang ada di pikiran ini adalah:
"Dari mengenali kisah perjalanan hidup seorang tokoh, kita akan dengan mudah mengenali tokoh yang digambarkan -sekalipun tidak ada keterangan yang dicantumkan tentang gambar tersebut. Kita akan mengenali adegan tersebut dengan segera. Semuanya dikarenakan kehidupan tokoh tersebut kita kenal dengan baik. Semakin kita mengenal tokoh tersebut, semakin cepat kita mengenali gambarannya -walau mungkin bentuk wajah dan gaya seniman pelukisnya berbeda."

Refleksi yang muncul:
"Gambaran seperti apakah yang akan dilukiskan tentang diriku? Sudahkah sesuai dengan gambar dan rupa Allah? Karena memang sedemikian seharusnya aku menjadi. Segambar dan serupa dengan Allah.

Berfirmanlah Allah: "Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." -Kejadian 1:26

Seberapa sudah serupa aku dengan Allah?
Seberapa taatkah aku terhadap apa yang Allah kehendaki?

Tampaknya, jawabannya sudah jelas.
Masih jauh dari sempurna...

Berulangkali pikiran ini memikirkan hal-hal yang tak pantas dipikirkan.
Berulangkali mulut ini mengatakan hal-hal yang sia-sia.
Berulangkali tangan ini mengerjakan hal-hal yang tidak baik.
Berulangkali kaki ini tidak melangkah ke jalan yang Tuhan mau.

Hal-hal yang seharusnya dikerjakan malah kuabaikan.

Namun, sekalipun demikian, Tuhan dengan kasih karuniaNya yang besar, lebih dari cukup untuk menganugerahkan hikmat dan kesempatan demi kesempatan buatku untuk memperbaiki diri. Untuk belajar lagi. Untuk terus disempurnakan menjadi serupa dengan gambar dan rupa Allah.

Yeah, kasih karunia Allah lebih dari cukup.
Pengharapan itu akan selalu disediakan.
Anugerah itu sudah disediakan sebelum aku menyadari aku membutuhkannya.
Allah yang memahami.
Allah yang mengerti.
Allah yang mencukupi.

Terpujilah Tuhan!

Kiranya bila tiba saatnya nanti, Tuhan memandang gambar diriku,
Dia akan mengenaliku dan Dia bisa mengangguk-angguk seraya tersenyum,
"Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia;
engkau telah setia dalam perkara kecil,
aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu." (Matius 25:21)

Dia Mengerti

Terkadang kita merasa tak ada jalan terbuka
Tak ada lagi waktu terlambat sudah
Tuhan tak pernah berdusta Dia slalu pegang janjiNya
Bagi orang percaya mujizat nyata

Dia mengerti Dia peduli
Persoalan yang sedang terjadi
Dia mengerti Dia peduli
Persoalan yang kita alami

Namun satu yang Dia minta agar kita percaya
Sampai mujizat menjadi nyata