Hari ini cukup melelahkan.
Pagi tadi bangun dengan kaki kram. Betis sebelah kiri. Sakitnya minta ampun. Ndak isa menapakkan kaki ke bumi. Wew. Pikiran pertama yang terlintas, "Waduh, hari ini busy day... gimana bisa nyetir mobil kalo kaki sakit kayak gini? Dibuat jalan aja sakit, palagi kalo dibuat nginjek kopling..." Yeah... not a good thought buat mengawali hari ya... Setelah bangun dan terpincang2 ambil obat gosok trus digosok2 sambil berdoa. Huhuhuhuhu... awalnya ngomel2 dulu baru doa... >>sigh<< trus ritual pagi kayak biasa. Selesai siap semua jam setengah 9 akhirnya isa brangkat klayapan. Hahahaha. Ke percetakan, beli kertas trus balek ke rumah. Mulai ngeprin. Proyek gede.... total halaman yang musti diprint 12ribu lebih! Wish me luck! Mana dikasi deadline engga masuk akal. Kamis sore aku baru dapet datanya. Aku masih kudu ngecek ada missing font or engga. Kalo sampe ada font yang missing kan layout nya berubah! Bisa berabe oii! Nah, deadline nya hari Minggu! Astaga! Kamis... Jumat... Sabtu... dan Minggu mau dipake! Woiwoiwoi... I'm not that super fast!!! Biasanya kerja 2 minggu (14 hari kerja) lha ini disuru kerja 2 hari! Wew. Butuh keajaiban!! Dan aku pun tidak menyanggupinya! Hahahaha. Aku cuman isa bilang mau ngusahain dunk. Paling cepet kemis. Sukur2 isa lebih cepet. Mengingat hari Jumat ada studio jam setengah 3 sampe setengah 5 sore. Tsk tsk tsk... so kebayang kan? Gimana gue jadi panik... hahaha.
Kejadian berikut pas di ATM Petra. Baru parkir. Trus masuk ke ruang ATM. Ambil uang. Engga pake antri or yang laen. Eh... di belakang mobil udah ada HONDA JAZZ item. Nangkring dengan sukses n mbuat mobilku engga bisa keluar kecuali kalo nabrak itu honda jazz or musti dorong honda jazz item itu! Maka panas2... dengan kaki yang masih sakit... sembahyang semoga ni kaki endak tambah parah. Belum juga nyetir jauh2 udah dikasi beban yang lumayan berat... nah, setelah sekitar 5 menit berkutat dengan jazz item itu yang ternyata abote minta ampunnn hahaha... didorong 10 cm, mundur 7 cm. Hah! Kapan selesaineee... Akhirnya doaku dikabulin! Seorang satpam tergerak hatinya ngeliat aku dah desperate ndorong2 itu mobil. Hahaha. Thanks to him!
Selesai semua urusan nyampe rumah. Makan siang n mulai ngeprint2. Disambi kerjaan yang laen. Misih sempet2e chatting juga. Hahahaha. Lha gimana lagi cobaaa. Dah lama ndak chatting sama dita tu. Palagi dia kan mau dateng ke indo. Ndak sue2 juga si. Ditambah ditanya2i irwan. Nyuru ndak ngantuk pas studio nanti. Hahaha. Dan yang emang akhirnya keinginan irwan terkabul (ada kasus di studio tipo kali ini).
Nyampe di studio engga ada firasat apa2. Eh... ternyata salah satu mahasiswa kelompokku yang udah lama engga nongol mbuat kasus. Akhirnya semua koordinator studio dan pihak2 terkait laennya rapat serius. Hahahaha. Hebat bener tu anak. Yah sempet mangkel banget! Rasae beranie ngomongin orang di belakangnya. Di hadapan asdos laen! Astaga! Tsk.. tsk... tsk... udah deh... engga baek dibahas di sini. Isa2 emosi jiwa lagi.
Selesai jam studio ngeliat parkiran di bawah... (studio di lantai 5) Weks! Macet! Whazupp?? Setelah diinget2 kayaknya hari ini Delon ada konser di auditorium deh. Jangan2 Delon yang jadi sebab musababnya. Benernya males banget bermacet2 ria. Gimana engga kaki masih juga sakit. Walau udah jauh lebih baek. Tapi kalo macet2an isa2 sakit lagi dunk. Tapi mau gimana lagi... jam 7 ada rapat sie pubdok retreat. Jam juga terus bergerak. Akhirnya dengan tekad lumayan bulat akhirnya cabut. 20 menit perjalanan dari basement sampe jalan siwalankerto! Hahahaha. Hebat. Ternyata dikasi tau sama tukang jaga pos parkir ada kecelakan. Kereta api nabrak kijang. Hmmm kalo denger susunan kalimatnya seakan2 itu kereta api yang salah. Kok isa nabrak?!! Padahal benernya kan kereta api mustinya berjalan di jalannya sendiri kan? Yah, engga ada minat ngeliat kejadiannya. Musti buru2 pulang, mandi, makan.
Akhirnya jam setengah 8 baru nyampe gereja. Rapat udah mulai tapi belum dapet tempat yang "enak". Di mana2 dipake acara. Ya rapat lah... ya persiapan GSM lah... ada persiapan kebaktian... ada ensembel... ada vogal grup... wuih ramee.... hahaa. Akhirnya tadi rapat di teras. Sharing tempat bareng yang latihan buat PD pemuda dewasa selasa ntar.
Jam setengah 10 kurang 10 nyampe rumah. Trus beresin meja makan n cuci piring dan kawan2. Di sini pula dapet luka baru. Gelas yang aku cuci gupil. Dan aahhhh... kena tangan dengan sukses! Walhasil berdarah lagi deh... lagi sering terluka... hohoho... asal engga luka di hati si masih isa ditahan rasae yah... hohohoho. Trus udah deh... duduk manis di depan kompie. Kirim data. Ngeprin. Ngitungi kertas. Makan. Sikat gigi. Baca alkitab. Ngitung kertas lagi. Ngeblog (sempet2e...) hahaha. Wes multi tasking deh. Ngantukz ngantukzz... capeee...
Astaga! Udah hampir jam 3 pagi!!! Bobokz!!!
Saturday, April 12, 2008
11 April 2008
Tuesday, April 08, 2008
Alasan "kecil" untuk Bersyukur
Beberapa waktu yang lalu, ibu jari tangan kananku tergores. Uhm.. lebih tepatnya teriris karena benda tajam yang sampai sekarang engga jelas apa itu. Ceritanya gini. Pas itu mau masuk rumah. Buka kunci. Dengan tangan kiri penuh barang bawaan -as usual- dan tangan kanan mbuka kunci n megang pegangan pintu. Lantas ibu jari tangan kananku yang sedang menggenggam pegangan pintu terasa tersengat. Otomatis langsung aku tarik tangan kananku. Sapa tau ada binatang di sana. Bukannya si ibu jari itu baik-baik aja, malahan jadi berdarah2. Hahaha. Darah yang mengucur cukup banyak hingga menetes dan membercak di lantai. Wah wah wah... dengan cukup panik aku ngeliat n periksa pegangan pintu itu. Diliat2 kok engga keliatan benda tajam yang bisa melukai ibu jariku ya... aneh. Sembari ngeliat2 gitu ternyata darah dari ibu jariku yang luka terus menetes. Weks! Akhirnya naruh semua barang bawaanku n segera mencuci ibu jariku itu.
Beberapa hari kemudian, luka itu sudah mengering. Lumayan dalem. Yang jelas cukup panjang. Sekitar 2cm. Buat ukuran ibu jari ngabisin 'space' satu ruas sendiri. Hihihihi. Dan sekarang luka itu sudah menutup dengan cukup sempurna. Hanya tinggal goresan tipis aja, yang kalau engga diperhatiin dengan seksama tak akan terlihat.
Yang membuatku takjub adalah, ternyata setelah tersobek dengan sukses beberapa waktu lalu,. ternyata sidik jari ibu jariku telah kembali dengan (nyaris) sempurna! Padahal apabila dilogika, mustinya sidik jari tersebut akan "terpotong" sesuai dengan luka potong yang aku alami itu. Heran! Nah, dari situlah aku kembali diingatkan tentang keMahaKuasaan Tuhan. Bagaimana Tuhan Sang Pencipta tidak lupa "menyembuhkan" luka "kecil"ku dan "mengembalikan" sidik jariku yang "mini" (dibandingkan dengan gunung yang raksasa dan lautan yang luas) dengan sempurna!
Tuhan yang begitu telaten "menggambar" ulang sidik jariku,
maka Tuhan yang sama pula yang dengan teliti mengamati dan mengetahui kedalaman hati dan pikiranku.
Tuhan yang begitu sabar "menyambung" ulang sidik jariku,
maka Tuhan yang sama pula yang dengan penuh kelembutan membasuh dan menyembuhkan luka-luka hatiku.
Thanking God for what He's done.
Friday, April 04, 2008
Sukacita pada Waktu Tersulit
Sejak bulan lalu di Doa Malam Pemuda Dewasa kita ngebahas n berbagi tentang topik ini. Belajar dari surat Rasul Paulus yang ditujukan kepada jemaat di Filipi, di 2 (dua) bagian ini aku bener2 ditegur dengan "cukup" banyak.
Berawal dari pertanyaan, "Pada saat apa Anda paling sulit untuk berharap kepada Tuhan?" maka sesi inipun dimulai pada Selasa, 4 Maret 2008 yang lalu. Dan dari semua yang hadir, sebagian besar dari kami sepakat bahwa saat yang paling sulit untuk berharap adalah: "Saat di mana kita merasa mampu, merasa tidak membutuhkan pertolongan, sanggup mengatasi persoalan kita sendiri -bahkan tanpa pertolongan Tuhan." Namun ada juga jawaban yang lain, "Saat kita berada di 'titik' paling rendah, kondisi yang kita merasa tidak mungkin terlepas dari persoalan2 yang kita hadapi, terlalu banyak masalah yang kita alami -dan seolah tiada kunjung habis!"
Surat Filipi ditulis Rasul Paulus dari dalam penjara. Setelah dia mengalami penyiksaan demi penyiksaan. Mengalami saat-saat menegangkan dan menekan, yaitu penantian keputusan jenis hukuman yang harus dia jalani. Kondisi dalam penjara yang tentunya tidak mengenakkan. Tidak dapat menghirup udara segar dengan leluasa. Kotor. Berdarah. Sakit. Demam. Infeksi dari luka-luka siksaan. Namun bila kita baca suratnya kepada jemaat di Filipi, kita bisa "merasakan" sukacita Rasul Paulus di sana.
Paulus didesak dari dua kerinduan yang sama menggebunya. Antara kerinduan terhadap perjumpaannya dengan Kristus dan kerinduannya terhadap jemaat Filipi menjadi semakin maju dan bersukacita. Baca Filipi 1:12-30.
Dan amazingly, dalam kondisi yang tidak mengenakkan itu (dipenjara, menanti hukuman), Paulus memilih untuk bertahan dan menyadari dengan sepenuhnya tentang tujuan hidupnya. Untuk mendorong dan memotivasi jemaat Filipi. Wew! Di sinilah aku ditegur.
Sebagai seorang pembimbing rohani bagi jemaat Filipi, Paulus benar2 mendedikasikan seluruh hidupnya untuk jemaat bimbingannya. Bahkan dalam kondisi yang sangat 'mengenaskan' dan 'berat' Paulus tetap teringat kepada jemaat Filipi dan terus mendorong mereka untuk makin maju dan bersukacita dalam iman! Kekuatan dari mana kah?
Paulus yang dipenjara karena memberitakan Injil. Ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Masyarakat memandang Paulus sebagai tahanan. Sebagai seorang penjahat. Kriminil. Namun Paulus tetap bisa bersukacita! Paulus masih mengucap syukur! (Baca juga Filipi 1:1-11). Bagaimana perasaanmu bila dimasukkan ke dalam penjara? Tentunya kita akan menjadi bertanya-tanya. Jangan2 segala yang kita perbuat ini emang salah? Jangan2 emang yang kita lakuin ini melanggar hukum? Salah satu sebab Paulus terus bersukacita adalah: "... justru telah menyebabkan kemajuan Injil..." Jelas. Fokus. Evaluator yang gamblang. Sekalipun Paulus dipenjara, sekalipun penderitaan musti dialami olehnya, apabila menyebabkan kemajuan Injil, maka Paulus bukan melakukan tindakan yang melanggar hukum Allah.
Hukum manusia dan hukum Allah tak sama. Kadang keduanya tidak sejalan. Bahkan tak jarang keduanya berpotongan. Selama kita masih berada dalam hukum Allah, jangan takut. Jangan menyerah! Paulus dengan segala penderitaan yang dialaminya, dengan segala tekanan yang dirasakannya. Dipisahkan dari dunia bebas. Dijauhkan dari orang-orang yang mengasihinya. Dari orang-orang yang dikasihinya. Dianggap sebagai pelanggar hukum. Penentang kaisar. Pembelot pimpinan bangsa. Namun, Paulus tetap bersukacita!
Teladani Paulus. Mungkin sebagian dari kita merasa malu untuk memberitakan Injil. Mungkin kita merasa takut. Tujuan hidup Paulus jelas: "Karena hidup bagiku adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." (ayat 21). Karena hal ini juga yang makin memaksimalkan Paulus dalam pelayanannya. Paulus terus mengingat anak-anak rohaninya. Terus mengingat mereka dalam doanya. Senantiasa menyebut mereka dalam doa-doanya. Bagaimana perasaanmu bila pembimbing rohanimu menanyai tentang kondisi rohanimu? Merasa diperhatikan, kan? Bagaimana perasaanmu apabila orang yang kau anggap lebih 'dewasa rohani' mendoakan kamu dengan setia? Perasaan yang menyenangkan, tampaknya. Sudahkah kita memperhatikan orang-orang yang terdekat dengan kita? Sudahkah kita mendoakan orang-orang yang membutuhkan? Sudahkan kita dengan setia mendoakan saudara-saudara seiman yang sedang mengalami krisis 'rohani'?
"Karena hidup bagiku adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." Pernyataan ini sangat mempengaruhi kehidupan dan karya2 yang Paulus kerjakan. Dengan berpusat kepada Kristus yang KEKAL, maka Paulus senantiasa berpengharapan kepada Kristus dan melahirkan sukacita. Dan sekalipun 'diancam' hukuman (mati), Paulus tidak juga merasa takut, malahan dia menyatakan kematian adalah keuntungan. Sebagai sesuatu yang dinantikan.
Setiap dari kita pasti pernah mengalami masa menanti. Menunggu. Dan bila "hal" yang kita nanti itu akhirnya tiba, ada sukacita di sana. Ada perasaan lega. Ada kepuasan. Terlebih lagi apabila "hal" yang kita nanti tersebut "lebih baik" dari yang kita harapkan! Untuk mengisi waktu penantian tersebut, kadang kita melewatinya dengan menggerutu. Mungkin bisa juga kita terus tersenyum di luar, namun memaki-maki di dalam hati. Itu terjadi kalau yang kita nantikan tak juga kunjung muncul. Satu hal yang pasti, di saat kita menanti, di saat kita menunggu, maka pikiran kita akan 'dipenuhi' oleh hal yang kita nanti itu. Kita akan berpusat ke 'hal' tersebut.
Mungkin seperti itulah Paulus. Dia menantikan Kristus. Dia mengharapkan Kristus. Maka hidupnya sepenuhnya dipenuhi Kristus. Pikirannya terfokus kepada Kristus. Segala yang dia kerjakan adalah untuk Kristus. Dan sukacitanya pun disebabkan oleh Kristus semata!
Selamat bersukacita!
Jumlah kehadiran Doa Malam
Selasa, 4 Maret 2008: 6 orang
Selasa, 1 April 2008: 10 orang
-semoga terus bertambah dan orang2 yang hadir tetap setia dan makin rindu untuk bertumbuh di dalam firman dan doa-
Monday, March 31, 2008
Sebelum dan Sesudah
Sebenarnya, dua istilah ini jadi agak rancu kalau engga ada "batasan" yang jelas. Misalnya: penerimaan gaji setiap sebulan sekali dilakukan di awal bulan. Nah, terus kita sering denger perkataan, "Setelah gajian ya... nanti aku bla bla bla...." Yang ada di pikiranku, "Bukankah waktu setelah gajian itu bisa berarti setelah gajian pertama... gajian kedua... itu semua kan termasuk setelah gajian..." Atau juga bisa dimasukkan sebagai "sebelum gajian". Nah lho!
Setelah gajian bulan ini, sebelum gajian bulan depan.
Jadi bener2 rancu. So mending kalo kasi keterangan waktu jangan yang rancu deh. Yang pasti pasti aja. Kasi info yang jelas dunk.
Saturday, March 29, 2008
Seorang Pemungut Barang Bekas
Sewaktu pulang dari kantor gereja tadi pagi, ngeliat ada seorang ibu2 dengan berpakaian "rapat" dengan sebuah topi yang bertengger di atas kepalanya. Beliau sedang menatap ke seberang jalan. Di sana sedang terjadi beberapa orang mengangkut barang2 bekas ke dalam sebuah gerobak.
Dengan tak menghiraukan pandangan orang lain kepada dirinya, ibu ini seolah mematung, menatap dengan penuh harap pada barang2 bekas yang ada di seberang jalan. Tanpa malu-malu. Tanpa sungkan. Tak menghiraukan lalu lintas yang lalu lalang. Tak merasa malu dengan penampilannya yang tak bisa dibilang trendy dan jauh dari gambaran kata "rapi".
Fokus. Tatapan yang tak berkedip. Menatap dengan pasti terhadap barang2 yang memang beliau kumpulkan demi menambah uang yang bisa digunakan untuk menyambung hidupnya. Memenuhi kebutuhan keluarganya. Bahkan, menyekolahkan anak-anaknya. Yah, ini semua emang cuman sekedar imajiku aja. Bisa jadi beliau tidak berkeluarga. Mungkin beliau berada di kota surabaya sebatang kara.
Namun, dari seorang beliau, aku belajar satu hal. Karena kasihnya kepada keluarga, beliau tidak malu untuk berpenampilan seperti itu dan berdiri diam mematung di tepi jalan memperhatikan ke seberang jalan dengan tak berkedip. Penuh harap. Bertolak belakang dengan diriku. Kasihku agaknya tak cukup besar untuk tidak malu bercerita tentang Kristus. Agaknya training dari EE yang pernah aku ikuti kurang cukup untuk membuat aku bisa dengan "lancar" bercerita tentang Kristus kepada orang lain. Agaknya masih banyak alasan2 yang aku buat untuk aku bisa "menghindar" dari kesempatan tersebut. Sigh.
Hari jumat. Aku udah selesaiin tugasku yang benernya isa aku kerjain di studio daripada ngannggur2 ngeliat mahasiswa tipo2 mbuat tugas makna denotaif mereka. Dengan harapan aku bisa "ngobrol" dengan asdos laen yang satu studio dengan aku. Tapi akhirnya ya rencana tinggal rencana. Cuman sempet nyinggung dikit2 tentang masalah pertumbuhan rohani salah satu temen asisten dosen. Semoga pembicaraan tersebut kemaren bisa berlanjut.
Kurang dari 24 jam dari sebuah kesempatan yang tidak aku manfaatkan sebaik-baiknya, maka aku pun ditegur dan diberi sebuah "percontohan". I thank God. Semoga minggu depan aku bisa dengan "lancar" dan "tanpa cari2 alasan" bercerita tentang Kristus.
Mengampuni
Jason
Ketika hatiku tlah disakiti
Ajarku memberi hati mengampuni
Ketika hidupku tlah dihakimi
Ajarku memberi hati mengasihi
Ampuni bila kami tak mampu mengampuni
Yang bersalah kepada kami
Seperti hati Yesus mengampuni
Mengasihi tiada pamrih
Friday, March 28, 2008
Indonesia Tanah Air Beta
Dua malem yang lalu denger beebrapa berita tentang Indonesia. Ngobrol2 bareng Meikel, ngebahas tentang kondisi Indonesia saat ini. Hehehehe. Mulai dari penutupan situs pornografi. Weks! Emange isa to? Bukane sekarang gampang n murah banget buat sebuah situs baru?! Nek dah ditutup kan langsung buka aja yang baru? Hm... mungkinkah? Kalo buat aku sih kayaknya itu suatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Tapi denger omongan salah seorang petinggi negara yang dengan entengnya ngomong, "Ya... akan kita serahkan kepada para ahli untuk mengaturnya... mereka kan ahlinya..." Hahahahaha.
Trus ada lagi masalah banjir yang mengancam kerawanan pangan. Harga gabah turun sampe seribu enam ratus rupiah per kilogram! Persediaan beras mulai menipis, namun pihak bulog masih dengan entengnya bilang, "Persediaan beras sampai dengan 2-3 bulan ke depan masih memadai..." Astaga! Lha lantas 2-3 bulan ke depan mau pake persediaannya siapa? Trus semalem denger," Kita sudah mengurangi impor beras..." Astaga! Ternyata selama ini Indonesia yang dibilang tanah airnya subur, masih juga belum berhenti mengimpor beras. Tsk tsk... Konyol rasanya.
Ada pembunuhan. Banyak yang kena kurang gizi. Anak2 kecil2 kurus kering. Belum lagi banjir di mana2. Menyebabkan banyak penyakit. Dan yang konyolnya lagi, pas itu ada adegan seorang ibu sedang membersihkan lumpur sisa banjir di halaman rumahnya. Lantas ibu ini ditanya oleh reporter salah satu stasiun swasta yang menayangkan gambar tersebut, "Bu, lagi ngapa?" Astaga! Engga isa ngeliat apa, lagi ngapa? Kira2 gitu jawabku kalo jadi ibu itu. Tapi herannya, ibu itu ngejawab dengan sabar, "Lagi bersih2." "Kenapa kok bersih2?" Astaga!!!! Can't you see????? Duh duh... Sampe sempet kepikiran, jangan2 tu reporter ngeliput beritanya sambil merem kali yaaa... hahahahaha.
Yah, makin mendengar banyak makin ngeri sendiri. Engga jelas Indonesia ini mau dibawa ke mana. Dan bacaan2 saat teduh dua hari ini semuanya ngebahas tentang Yesaya & Yeremia. Gimana mereka bener2 mendedikasikan diri mereka kepada bangsa nya. Yang jelas berdoa dengan setia untuk pemulihan bangsa mereka. Have I? Jawabnya: belum :p hehehe. Isae ngomel2 tok, no action talk only. Heehhehehe.
Wednesday, March 26, 2008
Jangan diem2 aje!
Beberapa waktu yang silam (kalau ada yang inget n pernah dapet sms ku yang nanyain ttg hal ini) aku bertanya-tanya. Kenapa di dunia ini ada yang namanya perbedaan waktu. Perbedaan tempat. Kenapa orang musti menempuh sebuah 'jarak' untuk bisa berpindah tempat?
Dan tampaknya waktu dan jarak inilah yang akhirnya membuat kita, manusia yang masih hidup di dunia ini mengalami yang namanya perjumpaan dan perpisahan. Sebuah perjumpaan tidak selamanya menyenangkan. Tidak selamanya medatangkan sukacita. Kadang malah menyebalkan! Demikian pula dengan sebuah perpisahan. Tak selamanya menyedihkan. Tapi walau demikian, selalu ada terselip rasa sedih di sana. Sekalipun hanya mendengar sebuah rencana yang belum juga terealisasi, sudah memunculkan perasaan sedih dan susah.
Tapi tampaknya sebuah perpisahan juga tak selamanya disebabkan oleh perbedaan jarak dan waktu. Komunikasi yang putus pun akan berakhir kepada perpisahan. Dan inilah yang semakin menyedihkan. Seolah kita masih hidup di dalam dunia yang sama. Seolah kita masih berada di kota yang sama. Menghirup udara yang sama buruknya polusinya. Berkendara di jalanan yang sama padatnya. Memandang langit yang sama. Bahkan, mungkin bersekutu di dalam gereja yang sama. Akan tetapi, kita sudah tidak pernah berkomunikasi. Perpisahan.
Sangat sangat menyedihkan. Mungkin penyebabnya hanya perkara yang sepele. Mungkin awalnya malah dari sebuah guyonan. Berawal dari canda namun berakhir dengan bencana. Konyol dan kekanak-kanakan.
Saling menyalahkan. Saling mendiamkan. Saling menghindar. Tak lagi saling sapa. Tak lagi saling tatap. Sigh. Parah oi! Kalau engga ada yang mendahului -dengan rendah hati- meminta maaf atau menyapa, mau sampai kapan? Sampai maut memisahkan? Wew! Kayaknya bukan pemikiran yang bagus.
Yang satu ngomong gini. Yang satunya ngomong gitu. Malah saling ngomongin. Akhirnya jadi gosip. Ngomongin orang laen. Bwah! Ikut-ikut kayak infotainment aja. Informasi yang menghibur. Hahahaha. Ngomongin orang laen kok dijadiin bahan hiburan. Tsk tsk tsk. Kok jadi ngelantur kayak gini sih...?
Well, kalau bisa "saling mendahuluilah kamu dalam bertegur sapa..." (kayaknya ada ayatnya ya... tapi lupa neh...) kalo ada yang tau isa kasi clue di bagian mana tuh. Dan kalau denger omongan yang engga bener ya dibenerin. Jangan diem2 aje! Kalau ada orang yang ngomong sesuatu yang engga jelas bener salahnya ya dicek dulu... jangan malah disebarluasin! Jangan adem ayem aje! Kalau sebuah perkataan sampai kepadamu, itu berarti ada sebuah "pesan" yang ingin disampaikan kepadamu. Dan sebuah "pesan" itu berarti pasti akan diikuti sebuah "follow up" yang musti dilakukan atau dikerjakan. Entah itu menyangkut hidupmu sendiri, atau hidup dengan sesamamu. Cobalah untuk lebih peka! Jangan diem2 aje!
Ruth & Beth
Kemaren malem bareng2 temen2 tim pemuda dewasa plus diana, dolan ke rumah kak armand n cik lusi. Nengok si kembar LAGI!! Huehehehe. Padahal baru hari Minggu malem nya ke sana bareng hubby n ketemuan bobo n merry. Hihihi.
Bayangin dalam tahun ini bakalan banyak manusia2 baru yang lahir ke dunia ini. Anake upil & joni (adeke ella), anake kak herma & pran (adeke regi), anake cik jes & ko andre (adeke owen)... n many more.... hahaha itu baru yang aku kenal. Ndak tau lagi yang laen2e.
Ruth. Tambah diliat tambah mirip cik lusi. Apalagi kemaren sempet melek. Ngeliat triton terus merem lagi. Hahahaha. Jangan2 ndak tahan ngeliat triton yaaa.... hihihihi.
Beth. Makin lama makin kayak kak armand. Moga2 wae ntar besare ndak sekurus mang armand yah... hehehehe.
Papa n mama nya yang keliatan cape abis. Gimana engga coba. Ngurusi 2 bayi cilik gitu. Tiap 2 jam bangun. Yang pipis lah... yang laper lah... dan laen2... kalo mau lebih menyelami perawatan dua bayi kembar silakan dolan ke rumah cik lusi, sekalian babysitting, but please not sitting on the babies yaahh...
Kemaren lupa lagi mau foto. Tapi yang jelas mereka berdua (ruth & beth) udah lebih gede dari pas di rumah sakit. Dah lebih berisi :) hehehe. Fyi, ruth keluar duluan, 3 menit lebih awal dari beth. Tapi secara fisik, ruth lebih kecil dibanding beth. Dan menurut analisa ivana, dia bilang beth tampak lebih maskulin dibanding ruth. Hihihihi. Pengamat bayi sejati ^^
