Tuesday, July 21, 2009

18 malem, 18 hari

Saat itu, Senin malam. Memasuki minggu kedua pembongkaran plafond teras yang balok-baloknya dikrikiti keganasan rayap. Tahap pengerjaan mulai memasuki finishing yang itu artinya pengecatan dimulai. Dampaknya? Bebauan menyengat menusuk hidung dan mengajak perut ini bergolak karena perasaan muak dan mual. Sementara kepala yang sakit belum sembuh, kini ditambah dengan serangan bebauan yang menambah kepusingan kepala.

Setelah meminta ijin pada kokoku buat ngungsi ke rumahnya, akhirnya malam itu juga aku berangkat ke rumah kokoku. Ngungsi di sana, sampai bebauan cat yang mengambang dan menyengat itu hilang dari segala pelosok rumah.

Sekian minggu di rumah kokoku ternyata menemukan beberapa hal yang kokoku ternyata enggak suka. Ternyata, kokoku ndak suka ikan sarden (jadi inget, kokoku ndak suka beraneka ikan --> terakhir makan bareng ikan2an kokoku jadi teler, sakit perut huehehehe). Dan ternyata juga, kokoku ndak suka rawon. Wohohoho. Jadi, pas aku masak sarden akhirnya aku sendiri yang ngabisin. Dan saat aku beli rawon aku sendiri juga yang ngabisin. Sampe dimakan 4 kali kayaknya ada woi!

Dikasi pinjem buku2 parenting, heleh ternyata kokoku punya dan mbaca buku2 parenting... jiee... hahaha... mbaca Trio Detektif lagi, mulai dari buku pertama sampe dengan buku ke 43. Jadi inget, dulu pas kecil ndak dibolehi mbaca Trio Detektif... dengan alesan yang endak jelas >.<

Dan lama kelamaan jadi interest sama ikan. Heran, Meikel sudah lumayan lama piara ikan, tapi ndak pernah interest. Akhire setelah ngungsi sekian lama di rumah kokoku dan tiap hari kasi makan ikan2 maskoki nya, jadi makin interest. Suka merhatiin dan ngelaporin ke kokoku kalo ada sesuatu benda asing yang menempel di tubuhnya (tubuh ikan, bukan kokoku!).

Setiap kali pulang ke rumah untuk ambil barang masih juga terendus bau tak enak. Bebauan kimiawi sangat sangat menggangguku!!! Belum lagi kalau para tukang yang sedang bekerja menghembuskan asap rokok mereka. Hih! Tahan nafas sebisa mungkin dan buru2 menyelesaikan urusan (ngambil barang2 yang perlu) kemudian segera kaburrr!!!

Dan akhirnya setelah sekian hari lamanya, akhirnya pulang juga ke rumah. Ada kerjaan di sana. Ada tamu yang akan berkunjung hingga larut malam, mempersiapkan acara pernikahan mereka berdua (ahem :)).

Wednesday, June 10, 2009

(bukan) Hollow Man

"... kedengaranlah suara, sungguh,
suatu suara berderak-derak,
dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.

Sedang aku mengamat-amatinya, lihat,
urat-urat ada dan daging tumbuh padanya,
kemudian kulit menutupinya ..."

Gambaran di atas bukan scene di film Hollow Man. Tertulis hitam di atas putih di dalam salah satu buku yang sudah kumiliki sejak tahun 1998. Ditulis ribuan tahun yang lalu. Posisinya di buku yang kumiliki berada di halaman 961. Hitam di atas putih. Ber-index. Salah satu kitab dari Perjanjian Lama. Seorang nabi yang menceritakannya. Yehezkiel. Nggak percaya? Coba baca Yehezkiel 37:7-8

Saat membaca tulisan itu dengan penuh imajinasi, yang teringat pertama kali adalah film Hollow Man. Ini film dirilis tahun 2000. Padahal Alkitab aku punya sejak tahun 1998. Saat ngeliat scene waktu Sebastian Caine (Kevin Bacon) mulai menghilang, lapis demi lapis. Nah, ngebaca apa yang dibilang Nabi Yehezkiel, serasa ngeliat rewind mode nya. Hahaha.

Hal ini kembali mengingatkan aku betapa firman Tuhan walau sudah 'kuno' (ditulis ribuan tahun yang lalu, memuat kisah-kisah jaman dulu) ternyata malah bisa 'berpikir' jauuuh ke depan. Ribuan tahun yang lalu Nabi Yehezkiel sudah menyaksikan apa yang sekarang kita lihat di film2 fiksi yang dicanggihi efek-efek visual yang penuh pesona. Kuasa Tuhan jauuuuh melebihi kecanggihan imajinasi manusia. Hal-hal yang tampaknya tidak mungkin. Kejadian-kejadian yang tampaknya tidak bakal terjadi. Semuanya bisa terjadi. Imaji kita tak akan sanggup membayangkan kuasa Tuhan. Apalagi rasio manusia.

Monday, June 01, 2009

Becak

Fakta yang mungkin cuman diketahui dan diingat oleh orang-orang yang kenal aku -dan aku juga baru menyadarinya akhir2 ini pula! hahahaha.

Sejak tahun 1998 menginjakkan kaki di Kota Pahlawan ini, kira-kira 10 tahun lebih tinggal di Jawa Timur, belum satu kali pun aku merasakan semilir angin menerpa saat aku duduk di atas sebuah kendaraan roda tiga. Yep! Bukan gerobak, bukan juga sepeda roda tiga, tetapi becak!

Nah, sekitar 2 bulan terakhir ini becak menjadi akrab dengan diriku. Entah itu aku nyari di deket rumah buat berangkat ke kampus atau dari kampus ke rumah. Kesan-kesan di dalem becak? Wuih! Becak di Surabaya ternyata mungil dan mini. Engga kayak becak di Semarang yang gede dan dibuat naek bertiga pun masih bisa muat dan malah tambah asyik! Jadi inget dulu waktu kecil pernah naek becak bertiga terus njungkel... (bwee-heee) Becak di Semarang saking gedenya, jadi tinggi (engga pendek kayak di Surabaya) dan musti 'dijungkir' supaya penumpangnya bisa naik ke atas becak. Jadi pertama kali naek becak di Surabaya, (hampir selalu) ada jeda sesaat waktu buatku menunggu Sang Bapak Becak 'menjungkirkan' becaknya. Hahaha. Setelah sepersekian detik terpana, akhirnya aku tersadar juga dan melangkahkan kaki ke atas becak. Huehehe. Demikian halnya kalo mau turun dari becak. Hahaha.

Pertama kali naik becak, serasa badan ini musti ngebungkuk. Hiy, ternyata becak Surabaya bener2 mini dan mungil. Kepalaku sampe terantuk-antuk (bukan karena mengantuk) tudungnya -itu kalau aku duduk agak di pinggir; kalau duduk di tengah sih lebih jarang terantuknya. Terus, becak-becak di Surabaya kalo nyetir lebih mengerikan bila kita duduk di atas becak itu sendiri dibanding kalo kita ngeliatin becak dari dalem mobil (hmm, agak mbulet). Gini, dulu sewaktu masih boleh nyetir, sering banget aku ngeri ngeri gitu ngeliat becak yang nyetirnya umpak-umpakan (ugal-ugalan -duh, Indonesianya apa sih?). Nah, setelah ngerasain berada di atas becak itu sendiri, makin berasa meningkat tuh perasaan ngerinya! Hahaha. Sepanjang perjalanan selalu dipenuhi dengan syukur dan doa :p Ngajak ngomong si kecil, diajak buat doa n bersyukur selalu. Huehehehe. Yeah, inilah alesan kenapa diriku dah lama engga muncul di gereja. Mengurangi aktivitas, bener2 menjaga kondisi fisik supaya kaga kecapean (mengingat pengalaman di bulan Oktober 2008-Januari 2009 yang lalu, ada di sini). Terus, kondisi fisik emang ngedrop juga -yang aku anggep sebagai salah satu alarm buatku bener2 disiplin ngurangi aktivitas.

Tanggal 20 April 2009 yang lalu dokter menyatakan usia di kecil sudah 6 minggu. Uhuy, ndak nyangka. Hahaha. Kaget juga kalo ternyata sudah 1 bulan lebih. Hehehe. Pas itu di USG, memastikan posisi si kecil berada di tempat yang seharusnya. Duh, senengnya ternyata dia berada di tempat yang bener, kaga ngumpet ato ngupil (eh, mana keliatan ya kalo ngupil). Pulang dari dokter si kecil ta kasi tau kalo kejadiannya bener-bener bukan kebetulan dan dia musti sangat bersyukur punya papa yang sangat2 bergirang hati menyambutnya! *grin* Ditambah lagi betapa si papa ini dengan rela mem'babu' sementara si mama tergolek lemah (ekstrim ya) haha. Si mama terserang peningkatan sensitivitas pada indera penciuman dan pendengaran. Jadi sering kaget secara tak terduga, jadi ndak tahan denger suara yang terlalu keras (apalagi orang yang ngomongnya dengan volume keras) -kepala jadi pusing mendadak, rasa mual terpicu dengan segera saat mengendus bebauan tajam yang tak kunjung menyingkir. Syukurlah, sampe sekarang nafsu makan baik-baik saja. Sudah ngeri juga denger cerita dari sodara-sodara sepupu di awal-awal kehamilan mereka: pusing, mual, muntah berkepanjangan... jiii... thank God aku engga sampe separah itu :)

Kalo biasanya bangun pagi siapin keperluan Meikel, siapin sarapan, siapin air, buatin teh dengan sesendok madu, sekarang tiap pagi masih terkapar di kasur sementara Meikel siap-siap sendiri. Semoga aja, dalam waktu dekat semuanya bisa balek normal, ngerasa gak enak juga ngebiarin hubby siap2in semuanya. Malahan sering Meikel yang masakin nasi buat kita berd... eh bertiga :)

Satu bulan setelah tanggal 20 April 2009, kita bertiga balek lagi ke dokter. Pas di USG si kecil panjangnya sekitar 3,97 cm (bukan 39,7 cm yaaa mod!) dan dia isa bergerak-gerak dengan meriahnya, sampe aku yang ngeliat geli gitu. Padahal kalo dipikir2 secara logis kaga ada yang lucu juga ya... cuman pas ngeliat gitu ngerasa overwhelmed dengan perasaan takjub. Meikel yang ngeliatin aku juga sampe geli (nah, kalo yang ini mungkin masih logis ya); suami yang ngeliatin istrinya senyam-senyum dewe jadi ikutan senyam-senyum pula. Hihihihi.

Demikian sekilas update dari aku. Masa-masa sebelum ini membuatku bener-bener tak berdaya, menatap komputer terlalu lama membuat rasa pusing menyerang dan mual menerjang. Huehehehehe. Mohon maap bila selama ini menimbulkan berbagai rasa kecewa bagi para pengunjung setia yang telah sekian lama tidak menerima post yang baru ^^

Sunday, March 22, 2009

Uji Emisi Gas Buang

Astaga! Hari ini capek luar biasa! Dari pagi jam 7 udah nongol di gedung gereja lantai 2 dalam rangka 'mendampingi' operator LCD. Jam 9 nunggu tim uji emisi gas buang yang belum juga muncul. Akhirnya 3 orang panitia paskah yang kelaparan dan beranjak semaputm kita sepakat buat pergi sarapan dulu. Kita bertiga sama-sama standby di kebaktian jam 7, dengan peran yang berbeda-beda hihihi. Guntur sebagai majelis pendamping kebaktian remaja (di lantai 2). Pak Susatyo sebagai kolektan di gedung gereja kebaktian umum I. Aku sebagai pendamping operator LCD di balkon gedung gereja.

Jam setengah sepuluh lebih kita balek ke gereja dan tim uji emisi ternyata sudah datang. Setelah melakukan beberapa hal untuk dikoordinasi, kita bertiga menganggur, menunggu kebaktian pk. 09.00 selesai. Duduk-duduk dengan dihembus angin plus aroma khas tidak sedap yang terbawa angin dari pabrik-pabrik di rungkut industri melengkapi obrolan kita. Hahaha! Dan akhirnya, lagu pengutusan terdengar dari dalam gedung gereja. Sebelum uji emisi gas buang mobil berbahan bakar bensin (yang dilakukan gratis), diadakan briefing singkat di dalam gedung gereja. Hal ini membuat aku naik lagi ke balkon untuk jadi operator LCD (kali ini bukan mendampingi). Setelah selesai, maka uji emisi gas buang pun mulai dilaksanakan. 21 mobil yang sudah terdaftar akhirnya menyusut menjadi 15 mobil. Ada berbagai alasan yang membuat para pendaftar itu batal ikut.

Dan aku yang semestinya tidak mau ikut, akhirnya malah ikut nimbrung. Hahaha. Dan inilah hasilnya:
CO 5.20%
CO2 11.1%
HC 384 ppm
O2 0.54%
Hasilnya tidak jauh berbeda dengan hasil uji emisi setahun yang lalu. Kadar CO yang tinggi. Beberapa solusi disarankan. Pengecekan klep, filter oli, dan penggantian oli mesin yang lebih bagus dianjurkan dengan sangat. Aku cukup antusias menanggapi saran-saran tersebut. Dalam waktu dekat (bila penggalangan dana sudah mencukupi), aku bener-bener mau ganti merk oli, ganti filter oli, dan memasang alat pengionisasi yang akan sangat membantu pembakaran bahan bakar dengan lebih optimal.

Uji Emisi ini selesai pukul 12.30, capek dan sambil menunggu tim uji emisi selesai berbenah dan membereskan alat-alat, Guntur dan aku kebagian jatah penambah energi (konsumsi berlebih) yang segera kami santap... hahaha! Pukul 13.30 kita menunggu-nunggu, tim uji emisi masih belum ada tanda-tanda beranjak pergi. Akhirnya kita berdua pamit duluan, setelah mengucapkan banyak terima kasih :)

Thursday, March 19, 2009

Voices That Care

Lonely fear lights up the sky
Can't help but wonder why
You're so far away

There, you had to take a stand
In someone else's land
Life can be so strange

I wish we never had to choose
To either win or lose
That we could find a way

But I won't turn my back again
Your honour I'll defend
So hurry home, and 'til then

Chorus:
Stand tall, stand proud!
Voices that care are crying out loud
And when you close your eyes tonight
Feel in your heart how our love burns bright

I'm not here to justify the cause
Or to count up all the loss
That's all been done before

I just can't let you feel alone
When there's so much love at home
We're sending out to you

All the courage that you've known
The bravery you've shown
Clearly lights the way

We pray to make the future bright
To make the wrong things right

Right or wrong, we're all praying you remain strong
That's why we're all here and singing along

-Repeat Chorus-

You are the voice
You are the light

-Repeat Chorus-

---
Minggu Pra Paskah 4 menjelang, kali ini aku kebagian tugas (sekali lagi) membuat klip pendek untuk ditayangin di Kebaktian Minggu Pra Paskah 4. Dan akhirnya sekarang klip pendeknya baru selesai. Fiuh! Puji Tuhan! Tunggu sampe Minggu ntar ya... aku upload di sini.

Monday, March 16, 2009

Test of Stress Level

Please take test to check how stress are u....
The Banana Test




There is a very, very tall coconut tree and there are 4 animals.

King Kong, an Ape, an Orangutan and a Monkey pass by.

They decide to compete to see who is the fastest to get a banana off the tree.

Who do you guess will win?

Your answer will reflect your personality.

Think carefully . . .
Try and answer within 30 seconds



Got your answer?


Now scroll down to see the analysis.














































If your answer is:


Orangutan
= you're sick

Ape
= you need a break

Monkey
= worse, you suppose to be in the hospital right now..

King Kong
= I think you better take 1 year leave..
.......



Why?! ????
















.......





A Coconut tree doesn't have bananas!


Obviously you're stressed and overworked.

Take some time off and relax!

Saturday, March 14, 2009

Pembicara??!!

Hal apa yang terlintas di dalam pikiran saat mendengar atau membaca kata ini? Pembicara. Seorang yang berbicara. Seorang yang berwawasan lebih luas bila dibandingkan dengan para hadirin.

Buatku, sebutan ini menimbulkan perasaan gugup, grogi, bahkan di ambang panik. Hal ini terjadi pada Kamis kemaren. Tanggal 12 Maret 2009 kemaren kebagian giliran (yang pertama) untuk memimpin Pendalaman Alkitab di Persekutuan Pemuda Dewasa. Kalau biasanya PA dipimpin oleh Bapak Armand Dennis Tupan atau Ibu Uanliung Siregar, mulai tahun ini, sudah tidak bisa lagi. Bapak Armand pindah ke Jakarta beserta istri dan kedua anak kembarnya, sementara Ibu Uanling Siregar menikah dan hidup bersama suaminya di Jakarta pula.

Maka, dimulailah penggiliran anggota tim pemuda dewasa untuk memimpin PA... dan yang mendapatkan nomor urut satu adalah... saya!! Hahahihihihuhuhu...

Sebagai seorang pemimpin (kayaknya lebih prefer disebut begini daripada dipanggil sebagai pembicara *hiiy*) bertugas untuk memimpin jalannya diskusi tentang materi yang sedang dibahas. Jadi, peran seorang pemimpin di sini mirip dengan peran seorang moderator. Dan di akhir sesi, pemimpin mengambil kesimpulan untuk pembelajaran PA kali itu.

Puji Tuhan, sesi kemaren bisa berlangsung dengan cukup lancar, walau ada beberapa kali aku bingung mau ngomong apa... hahaha. Temen-temen semua kadang terdiam, tampak merenung tapi urung mengungkapkan apa yang dipikirkan. Bahkan ada yang berniat untuk menjadi provokator menimbulkan perdebatan! Tapi syukurlah, dia mengurungkan niatnya. Huehehehe.

Di akhir sesi, setiap hadirin mengambil intisari yang mereka dapatkan. Cukup bervariasi! Hal ini kembali membuktikan kekayaan firman Allah. Dari perikop dan ayat yang sama, pelajaran yang didapat bisa berbeda untuk tiap individu.

Fiuh! Satu moment yang membuat deg deg dhuer akhirnya terlewati. Masih ada beberapa kegiatan laen -yang cukup menguras emosi- yang musti dikerjakan dan dipersiapkan. Di masa pra paskah ini, semoga semua kegiatan itu bisa membawa berkat buat para jemaat.

PS: Baru aja menerima telepon dar koordinator acara paskah. Menerima kabar berita yang kurang enak. Terjadi keruwetan dan kesalahpahaman yang akibatnya: tugas (untuk besok) yang sudah direncanakan dengan 'cukup' rapih menjadi tumpang tindih >>sigh<<>

Friday, March 13, 2009

Kejadian yang Aneh...

Cerita berikut ini menggunakan identitas pelaku dan lokasi yang sengaja disamarkan karena secara etika demikian semestinya.

Bayangkanlah di sebuah ruangan yang cukup luas. Dengan beberapa meja dan kursi kosong. Di dalam ruangan ini ada dua orang perempuan yang sedang berbincang-bincang. Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang usianya berada sekitar 7-10 tahun di bawah kedua perempuan tadi. Dan terjadilah percakapan seperti ini:

L: Selamat siang... apakah tempat duduk ini kosong?
sambil memandang ke meja dan kursi di sebelah kedua perempuan tadi duduk dan berbincang

P1: Iya...
dengan pandangan bertanya-tanya dan diikuti dengan pandangan bertanya yang sama dari temannya

L: Boleh saya duduk di sini?

P2: Iya... silahkan...
merasa tidak ada jawaban lain selain mengiyakan

L: Terima kasih.
meletakkan plastik bawaannya ke atas meja dan duduk di kursi

P1 dan P2 bertukar pandang dan walau merasa ada kejanggalan, mereka melanjutkan perbincangan dan tetap bertahan di sana...

Beberapa menit setelah sibuk menata bawang2 bawaannya, dia mengambil selembar kertas kosong dan sebatang pena, laki-laki itu mulai menggambar... sketsa wajah seorang laki-laki dengan menggunakan tinta warna hitam.

Setelah laki-laki itu diam beberapa saat, akhirnya dia memulai lagi percakapan dengan kedua perempuan itu.

L: Maaf mengganggu... kalau boleh tanya... apakah Anda berdua *****?
P1 berhasil memberikan jawaban tanpa ada perubahan ekspresi yang berarti. P2 merasa P1 terlalu sabar dan memiliki pengendalian diri yang super baik. Sementara itu P2 merasa diri tak bisa menahan ledakan tawa yang sejak tadi terpendam sehingga P2 senyam-senyum tak menentu.

P1: Iya... ada apakah bertanya-tanya?

L: Ooohh... tidak mengapa-apa... Angkatan berapa?

P1: Tahun (sekian)
Lagi-lagi P1 masih sanggup menahan dirinya. P2 makin tak sanggup lagi menahan diri dari semburan tawa yang sudah di ujung tanduk.

L: Kalau boleh tahu... namanya siapa?

P1: (menyebutkan namanya)

L: Ooo.... kenal dengan Pak A (nama samaran)?

P1: Iya, tahu...

L: Kalau boleh tahu... namanya siapa?

P1: (kembali menyebutkan namanya)
P2 mulai tersenyum makin lebar.

L: Kalau Anda (sambil melihat ke P2), boleh kenalan? Siapa namanya?

P2: (menyebutkan namanya)

L: Terima kasih. Boleh kenalan ya?

P2 merasa ada yang janggal, karena bukankah kalau namanya kenalan semestinya menyebutkan namanya juga?

P2: Kalau Anda, siapa nama Anda?

L: (menyebutkan namanya beserta angkatannya)

P2 merasa semakin terjerumus ke dalam percakapan yang kian aneh.

Setelah itu percakapan terhenti.
Dan kedua perempuan itu melanjutkan bahasan yang masih belum tuntas tadi.

Beberapa saat kemudian, laki-laki itu terdengar seperti mengomel-ngomel sendiri. Beberapa kali mengibaskan tangan seolah-olah mengusir sesuatu. Beberapa penggal kata yang sempat tertangkap pendengaran kedua perempuan itu adalah, "Hussshhh... ibliss setann jahattt... pergi... syuhhh...!!"

Setelah beberapa kali laki-laki itu mengulang pengusiran itu... akhirnya dia bertanya-tanya tentang hal yang lain. P1 yang dengan tetap bersabar menanggapi, sementara P2 terselamatkan karena ada pengalih perhatian yang sangat manjur. P2 berhasil terhindar dari semburan tawa tak tertahankan.

Kemudian pengalih perhatian itu pun beranjak meninggalkan lokasi kejadian. P2 dengan berat hati kembali menghadapi kenyataan. Mendengarkan kembali percakapan yang masih berlangsung antara P1 dan laki-laki itu.

Setelah bersabar beberapa menit, akhirnya kedua perempuan itu sepakat untuk meninggalkan ruangan dan berpindah ke tempat lain.

L: Ada kegiatan lagi ya?

P1: Iya, masih ada...
Lagi-lagi P1 menanggapi dengan sabar.

L: Ooo... terima kasih kalau begitu... namanya siapa?
P2 mengangkat sebelah alisnya serta mengkertukan keningnya.

P2: Anda sudah bertanya untuk yang ketiga kalinya lho... Bila sampai lima kali Anda mengajukan pertanyaan yang sama Anda akan mendapatkan hadiah payung cantik...
P2 tak sanggup menahan diri lagi untuk berkomentar.

P1: (menyebutkan namanya LAGI) Iya... sudah bertanya kesekian kalinya.

L: Ohohohoho... begitu sampai lima kali saya bertanya, maka Anda akan langsung menjadi ***** saya...

P2 terperangah dan segera ngeloyor meninggalkan ruangan. P1 pun segera menyusul, tampak sedikit kuatir ramalan laki-laki itu menjadi kenyataan.

Setibanya di luar, P2 tak sanggup lagi menahan tawa. Hahahahahahahaha.

Bagi sebagian pembaca yang tidak memahami kelucuannya, diharap memaklumi diri sendiri; karena tulisan ini sekedar dibuat untuk merekam hal aneh yang penulis saksikan dan bagi penulis kejadian tersebut lucu.

Thursday, March 12, 2009

Inikah Salah Satu Bentuk Krisis?

Beberapa hari yang lalu ditelpon calon klien. Diajak ketemuan di kantornya. Setelah selesai ngomongin masalah kerjaan, si klien lirik tanganku. Dan dia bertanya, "Sudah merid ya?" lantas aku pun otomatis ngelirik ke jari manisnya yang ternyata masih belum ada cincin melingkar di sana. Klien ini seorang perempuan yang dari kesan pertama aku bertemu dan berdiskusi dengan dia adalah seorang yang tegas, berani, smart, lumayan rewel dan keras kepala. Hahaha. Dan percakapan pun berlanjut dengan dia menyatakan opininya tentang kehidupan setelah menikah. Dia bilang kalau sudah menikah engga bisa pergi-pergi seenak hati ya... Pada dasarnya, dia mengajak aku buat hang-out bareng sometime. Hmm, ini perkenalan dalam beberapa menit, tapi udah ngajak hang-out bareng. Hahaha. Segitu cocoknya kah personalitasku dengannya? Jujur, aku agak ngerasa kurang nyaman dengan orang-orang yang setipe dengan dirinya. Kurang nyaman buat dijadiin temen hang-out gitu. Tapi ya entahlah... jauh di dalam hati ada rasa kasian juga... segitu engga ada temennya kah sampe2 para supplier dan klien diajak hang-out bareng.

Ketiadaan komunitas untuk bertukar pikiran, melakukan obrolan ringan, berdiskusi serta berargumentasi akan cukup mengganggu keseimbangan personalitas kita. Begitulah kesimpulanku saat itu. Maka bersykurlah aku yang masih memiliki komunitas untuk bertukar pikiran, mengungkapkan beban-beban yang ada, berbagi tekanan dan perasaan dengan teman-teman. Menikmati persekutuan dengan saudara-saudara seiman, nonton bareng dengan temen2, jalan2 ke pelosok yang engga jelas... (jadi keinget Cen2, hahaha)

Inikah salah satu bentuk krisis?

Pertanyaan ini mendadak muncul setelah pertemuan dengan klien ini. Sebuah kebutuhan yang tidak terpenuhi. Ya, inilah salah satu bentuk krisis. Dan sepertinya, krisis macam begini makin banyak menimpa. Lantas, apa yang bisa kita perbuat?