Friday, November 30, 2007

Study atau Ministry?

Secuil dari apa yang aku dapet di persekutuan KTB hari sabtu yang lalu. MIKROBA "Bread and Talk", sebuah acara yang diadakan oleh sie KTB Komisi Pemuda Remaja GKI Kutisari Indah. Di sana membahas tentang Study vs Ministry. Yang dimaksud dengan study di sini adalah kegiatan belajar (yang emang sudah seharusnya dilakukan oleh semua mahasiswa -terutama para perantau dari luar kota Surabaya) di kampus nya masing2. Sementara ministry di sini adalah kegiatan-kegiatan di gereja, yang mungkin diikuti oleh para mahasiswa tadi. Dibahas, yang mana sih yang musti diprioritaskan?

Study atau Ministry?

Debat yang terjadi sangat seru. Hahaha. Muncul berbagai pernyataan-pernyataan yang cukup menghebohkan. Peserta yang hadir dibagi menjadi 2 kelompok besar. Kelompok pertama menjadi kelompok yang memprioritaskan study daripada ministry. Kelompok kedua menjadi kelompok yang memprioritaskan ministry.

Lewat debat ini, sebuah refleksi pun muncul.
Study emang yang menjadi tujuan utama saat aku merancangkan segala persiapan untuk tinggal di kota pahlawan ini. Dan ministry yang hingga kini aku terlibat adalah kegiatan tambahan. Namun dari kegiatan tambahan ini pula aku mengalami pertumbuhan (khususnya) rohani secara terus-menerus. Ngga kebayang juga kalau dulu engga diajak untuk terlibat dalam ministry, apakah aku bakal jadi kayak gini, ya?

Memang di saat menjalani study dulu, ada beberapa waktu yang memang terasa 'bentrok' dengan kegiatan ministry. Kadang muncul kebingungan dalam menentukan pilihan. Masalah prioritas. Namun tetap saja, study yang musti diutamakan. Study harus beres dulu. Gimana aku bakal bisa kasi tanggungjawab yang bener ke papa mama yang udah sekolahin aku, kalo study ngga beres? Namun juga ministry yang sudah aku pilih untuk kerjakan juga musti beres pula. Selalu ada jalan keluar di saat kita masih memiliki saudara2 sepelayanan yang senantiasa mau bersama2 melangkah. Komunikasi dengan teman2 satu tim. Pertemuan2 dan waktu doa bersama yang diadakan bener2 bisa menguatkan dan mensupport aku buat untuk tetap bertahan dan berusaha memberikan yang terbaik baik di dalam study maupun dalam ministry.

Hidup ini bukanlah milik kita. Namun hidup ini adalah milik Tuhan, yang sudah menebus segala dosa kita. Diri kita ini sudah lunas dibayar dengan darah Yesus. Bagaimana kita dapat mempertanggungjawabkan hidup kita ini di hadapanNya?

Tentunya dengan bertanggungjawab kepada diri kita sendiri.
Menjaga pertumbuhan diri kita.
Baik secara jasmani, kesehatan kita, menghargai diri kita, tidak memandang rendah diri kita, selalu mau berusaha untuk mencapai kondisi yang lebih baik lagi, mau berubah menjadi orang yang lebih baik.
Baik secara rohani pula, hubungan pribadi kita dengan Tuhan, pengenalan kita setiap hari dengan Sang Pencipta.

Dan kemudian juga bertanggungjawab kepada lingkungan di luar kita.
Kepada orang-orang yang di luar diri kita.
Keluarga.
Teman.
Saudara.
Sahabat.
Kita tidak hidup seorang diri, apa yang kita kerjakan akan selalu berdampak ke orang lain juga. Maka, perhatikanlah apa yang kita lakukan. Jangan sampai kita menyakiti perasaan orang lain, terlebih lagi orang-orang terdekat kita.
Kepada alam juga harus diperhatikan.
Menjaga kebersihan, menjaga lingkungan. Tidak membuang sampah sembarangan dan sejenisnya. Hehehe. Idealis yah.

Yah, ndak gampang. Untuk bisa menentukan prioritas. Manusia dengan segala kelemahannya. Namun mau sampai kapan... kalau tetep mikir kayak gitu... manusia itu lemah...!! Berusaha. Andalkan kekuatan Tuhan. Berusaha lagi untuk menjadi pribadi yang makin sempurna di hadapan Tuhan!

Selamat berjuang!

3 comments:

Ririn.Cen said...

Kemaen sabtu aku baru aja buang sampah sembarangan Chi... Duh jadi tertuduh aku skarang.. hux
Hehehhe

rikaindriani said...

Hahahahaha... pancen koe ok cen...
pie tenggorokanmu? Wes ndak bizik2?

Ririn.Cen said...

Udah sembuh 90% doain aku ya biar kembali suara emasku.. hehehe