Monday, March 10, 2008

Jesus Teaches at the Feast

14 Not until halfway through the Feast did Jesus go up to the temple courts and begin to teach. 15 The Jews were amazed and asked, "How did this man get such learning without having studied?"

16 Jesus answered, "My teaching is not my own. It comes from him who sent me. 17 If anyone chooses to do God's will, he will find out whether my teaching comes from God or whether I speak on my own. 18 He who speaks on his own does so to gain honor for himself, but he who works for the honor of the one who sent him is a man of truth; there is nothing false about him. 19 Has not Moses given you the law? Yet not one of you keeps the law. Why are you trying to kill me?"

20 "You are demon-possessed," the crowd answered. "Who is trying to kill you?"

21 Jesus said to them, "I did one miracle, and you are all astonished. 22 Yet, because Moses gave you circumcision (though actually it did not come from Moses, but from the patriarchs), you circumcise a child on the Sabbath. 23 Now if a child can be circumcised on the Sabbath so that the law of Moses may not be broken, why are you angry with me for healing the whole man on the Sabbath? 24 Stop judging by mere appearances, and make a right judgment."

John 7:14-24 New International Version International Bible Society Copyright © 1973, 1978, 1984


Kadang, apa yang Yesus perbuat kelihatannya tidak masuk akal. Susah dipahami. Tapi yang jelas semua hal yang Dia lakukan selalu beralasan -walau mungkin sekali lagi tidak kita pahami. amun ya itulah artinya kita sebagai manusia dengan keterbatasan inteligensi yang tidak dapat memahami yang Allah perbuat. Seperti dalam kisah ini, saat membacanya dengan teliti, maka kita akan menemukan beberapa kejanggalan yang Yesus lakukan.
Di ayat 8-10 (perikop sebelum bacaan ini), Yesus menyuruh saudara-saudaraNya untuk berangkat ke pesta, sementara Dia sendiri masih tinggal di Galilea.

8 You go to the Feast. I am not yet going up to this Feast, because for me the right time has not yet come." 9 Having said this, he stayed in Galilee.

10 However, after his brothers had left for the Feast, he went also, not publicly, but in secret.

Namun setelah saudara-saudaraNya berangkat, Dia pun berangkat. Nah lho! Kenapa engga bareng2 aja? Jawabnya bisa jadi di ayat 10b. Kalo pergi dalam rombongan pastilah lebih mencolok. Sejak peristiwa penyembuhan di kolam Betesda, orang-orang Yahudi mulai merencanakan pembunuhan terhadap Yesus. Maka Yesus pun musti berhati-hati. Belum saatnya Yesus tampil di depan publik secara terang-terangan. Hal ini berkaitan erat dengan ketaatan Yesus kepada Bapa. Kekonsistenan Yesus terhadap rencana Bapa. Apabila memang belum saatnya, maka Yesus pun tidak akan melanggarnya. Sepenuhnya taat.

Setelah tiba di pesta tersebut, belum sampai setengah pesta berlangsung, Yesus pergi ke Bait Allah dan mengajar di sana. Hmmm. Hal kedua yang janggal. Kenapa setelah dengan susah2, mengendap2 pergi ke pesta itu, malahan Yesus meninggalkan pesta yang sedang berlangsung tersebut dan pergi ke Bait Allah untuk mengajar? Hei... kalau mau pergi diam-diam kenapa malah muncul di depan publik? Apakah Yesus melihat adanya kebutuhan orang-orang terhadap pengajaran, sehingga Yesus terdorong untuk memberikan pengajaran? Sehingga pesta yang belum usai pun Yesus tinggalkan? Belum juga setengah jalan, bahkan! Jawabannya mungkin bisa kita dapatkan dari ayat 11-13. Di sana terdapat kasak-kusuk dan bisik-bisik membahas tentang diri Yesus. Ada yang berpendapat "Ia orang baik." namun ada pula yang berpendapat sebaliknya, "Tidak, Ia menyesatkan rakyat." Yesus peka terhadap adanya kebutuhan untuk 'meluruskan' permasalahan yang ruwet. Kebenaran harus disampaikan. Sekalipun pesta harus ditinggalkan, maka itulah yang Yesus lakukan.

16 Jesus answered, "My teaching is not my own. It comes from him who sent me. 17 If anyone chooses to do God's will, he will find out whether my teaching comes from God or whether I speak on my own. 18 He who speaks on his own does so to gain honor for himself, but he who works for the honor of the one who sent him is a man of truth; there is nothing false about him.

Segala yang Yesus ajarkan berasal dari yang mengutus Yesus. Dan orang-orang yang memilih untuk melakukan kehendak Tuhanlah yang dapat membedakan ajaran yang berasal dari Tuhan atau atas nama diri sendiri. Orang yang mengajar atas nama diri sendiri melakukannya untuk mendapatkan pujian bagi dirinya sendiri. Akan tetapi orang yang bekerja untuk pujian bagi yang mengutusnya adalah orang benar; tidak ada yang salah pada dirinya. Tidak ada kepalsuan. Murni. Dan tokoh yang benar2 murni dari sebelum bumi dijadikan adalah...? Yeah, kita semua tahu jawabnya.

Yang dapat kita pelajari dari kisah ini, Yesus yang mengajarkan kebenaran. Bukan kepalsuan. Dan hendaklah kita melakukan yang sama seperti yang Yesus teladankan. Jangan seperti orang-orang Yahudi yang memang bermaksud membunuh Yesus namun saat Yesus berkata, "... Mengapa kamu berusaha membunuh Aku?" mereka menjawab, "Engkau kerasukan setan; siapakah yang berusaha membunuh Engkau?" Bukannya mengaku bahwa memang demikan yang mereka rencanakan (baca: Yohanes 5:16-18) akan tetapi malah melontarkan tuduhan kepada Yesus, "Engkau kerasukan setan..." Bukankah parah?

Namun, kadang kala kita pun bertindak seperti layaknya orang-orang Yahudi tersebut. Ada kalanya kita memiliki maksud yang buruk terhadap seseorang. Walaupun cuman ada di dalam benak kita. Belum pernah kita ungkapkan kepada siapaun. Hanya kita dan Tuhan yang tahu. Dan saat maksud buruk kita itu terungkap, kita pun menyangkalnya (siapa juga yang tahu, selain kita...? ... dan Tuhan?). Bahkan, dengan melontarkan tuduhan balik sebagai self-defense kita. Dan kadang apa yang kita lontarkan itu sembarangan. Tidak benar. Palsu. Hanya untuk mengalihkan perhatian. Dapatkah dibenarkan tindakan seperti ini?

Stop judging by mere appearances, and make a right judgment.

No comments: