Tuesday, July 01, 2008

Friendship Week

FAKE FRIENDS: Never ask for food.
REAL FRIENDS: are the reason you have no food.

FAKE FRIENDS: Call your parents Mr/Mrs.
REAL FRIENDS: Call your parents DAD/MOM.

FAKE FRIENDS: never seen you cry.
REAL FRIENDS: cry with you

FAKE FRIENDS: Borrow your stuff for a few days then give it back.
REAL FRIENDS: keep your shirt so long they forget its yours.

FAKE FRIENDS: know a few things about you.
REAL FRIENDS: Could write a book about you with direct quotes from you.

FAKE FRIENDS: Will leave you behind if that is what the crowd is doing.
REAL FRIENDS: Will kick the whole crowds that left you.

FAKE FRIENDS: Would knock on your front door.
REAL FRIENDS: Walk right in and say "I'M HOME!"

FAKE FRIENDS: Are for a while.
REAL FRIENDS: Are for life.

FAKE FRIENDS: Will ignore this
REAL FRIENDS: Will send it back to you

Barusan buka messages di Friendster n nemu message dari Agustinus -who is my elder brother. Otomatis aku kirim balek ke dia sih n ke beberapa temen juga. Entah kenapa kalau aku dapet kiriman msg semacem kayak gitu (sebagian besar tentang friendship), pasti aku terusin atau paling engga aku kirim balek. Bukannya ingin dianggap sebagai teman yang baek, cuman aku memang berusaha menjadi teman yang baek. Pengalaman mengajariku teman bisa diandalkan, teman bisa dipercaya, teman bisa dijadikan tempat berbagi. Namun, sekalipun demikian, masih sering juga perasaan kecewa itu muncul.

Yah, yang namanya orang yang dipercaya, bila tidak sesuai dengan tuntutan kita, yang dirasakan apa coba? Kecewa, pasti.
Yang namanya orang yang dipercaya, bila tidak sesuai harapan kita, bolehkah disebut kondisi kita sebagai: dikhianati? Menyedihkan, ya.
Yang biasanya bisa diandalkan, namun saat dibutuhkan tidak mempunyai waktu, mau disebut apa? Masihkah bisa disebut teman? Sakit lah.

Namun, bila semua pertanyaan itu dikembalikan kepadaku:

Bila temanku mempercayaiku
dan aku tak dapat memenuhi tuntutannya
Apakah dia merasa kecewa?

Bila temanku mempercayaiku
dan aku tak sesuai dengan harapannya
Apakah dia merasa kukhianati?

Bila temanku mengandalkanku
dan aku tak punya waktu untuknya
Apakah dia merasa kusakiti?

Bila demikian, aku juga bukanlah teman yang baik.
Menurut aku, seorang teman sejati adalah:
seorang yang mau menerima apa adanya.

seorang yang tak melulu menuntut,
namun juga menuntun.

seorang yang tak hanya mengharap,
namun juga memberi harap.

seorang yang tak hanya mengandalkan,
namun juga bisa diandalkan.

seorang yang selalu ingin membuatmu menjadi lebih baik.

seorang yang mengajarmu,
bahkan di saat semua orang memujimu.

seorang yang berada di sisimu,
bahkan di saat semua orang mencelamu.

seorang yang selalu ingin bersamamu.

Sudahkah aku menjadi seorang teman yang baik bagimu?
Selamat berteman!

1 comment:

Ririn.Cen said...

Hmm....
Mungkin sumtime aq jg bukan teman yang baek d..
sumtime aq dengan ego qu kadang tanpa sadar melukai mreka juga..
Hehe Nobody perfect..
But they always there for me when i need them..

Thats what fren are for..
Happy friendship day...