Sunday, July 20, 2008

Serupa dengan Kristus & Menghasilkan Kebaikan

Kebaktian Minggu, 20 Juli 2008
Pelayanan Sakramen Perjamuan Kudus
GKI Kutisari Indah pk. 09.00 WIB
Dilayani oleh: Pdt. Setyahadi, S.Th.

Ayat Pembuka:
Terpujilah Tuhan!
Hari demi hari Ia menanggung bagi kita;
Allah adalah keselamatan kita.
S e l a

Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan,
ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

-Mazmur 68:20-21


Berita Anugerah:
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

-Efesus 2:8-10

Bacaan:
Kejadian 50:15-21
Mazmur 30:1-6
Titus 3:1-8
Matius 5:13-16

Buah kebaikan. Bagaimanakah kita bisa menghasilkan buah kebaikan? Sebelum menjawab pertanyaan ini, lebih baik kita jawab terlebih dulu pertanyaan berikut, "Mengapa kita diminta menghasilkan buah kebaikan (melakukan kebaikan)?"

Rasul Paulus mencatat dengan jelas di dalam suratnya kepada jemaat di Efesus. "...Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik..." (Efesus 2:10a LAI -cetak miring dari saya). Kita diselamatkan semata-mata karena anugerah Tuhan (tanpa ada embel-embel apapun: tidak perlu kita melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, tidak juga kita perlu mengeluarkan biaya sepeser pun untuk membelinya).

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Produk unggulan, yang terbaik di antara semua ciptaanNya. Apa yang kita harapkan saat kita membeli sebuah produk yang baik? Harga yang mahal sudah kita bayar, produk yang baik tadi sudah menjadi milik kita. Tentunya kita mengharapkan hasil yang baiklah yang akan kita dapatkan darinya, bukan? Sebuah mobil keluaran terbaru dengan segala kelengkapan teknologi yang telah disempurnakan (kayak bahasa ya... -ejaan yang disempurnakan- hihihi), harga jualnya tinggi (dibandingkan produk sejenis lainnya). Di saat kita membeli mobil tersebut, pastilah kita akan kecewa bila menemukan ketidakberesan dari sistem rotasinya, pengeremannya, sekirutasnya, akselerasi yang tidak sesuai dengan yang telah dipropagandakan. Bukan hasil yang baik yang kita peroleh dari mobil baru tadi. Itukah yang kita harapkan? Bila mengetahui akan demikian hasilnya, masihkah kita akan mengeluarkan biaya sedemikan besar untuk memilikinya?

Manusia. Diciptakan sebagai ciptaan paling sempurna. Dengan tujuan untuk melakukan pekerjaan baik. Menghasilkan pekerjaan baik. Jadi, hal-hal baik apakah yang telah kita hasilkan?

Mari kita lihat Kejadian 50:19 di sana dicatat kisah Yusuf yang tidak membalas perbuatan saudara-saudaranya (yang dulunya berlaku jahat terhadap Yusuf) walaupun Yusuf memiliki kesempatan untuk melakukannya. Yusuf memberikan kebaikan kepada saudara-saudaranya.

Dalam suratnya kepada Titus, Paulus menulis, "... agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia." (Titus 3:8b LAI -cetak miring dari saya). Berusaha dengan sungguh-sungguh. Bukan dengan asal-asalan. Mungkin dengan kata yang lebih ekstrim bisa dibilang dengan "mati-matian". All out. Rasanya engga perlu penjelasan lebih lanjut tentang istilah "mati-matian". Sudah jelas.

Saat kita menghadapi keadaan terjepit (tidak bisa ke mana-mana), biasanya usaha kita adalah akan berusaha "mati-matian" untuk bisa keluar dari permasalahan yang sedang kita hadapi. Dan tentunya, untuk menghasilkan sesuatu yang baik. Bukankah kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik?

Selamat menghasilkan kebaikan!

No comments: